Malam Natal di Palangka Raya Berubah Mencekam, Warga Diserang Air Gun dan Parang
PALANGKA RAYA, Kalteng.co – Perayaan Natal di Kota Palangka Raya di warnai insiden kekerasan setelah seorang warga mengalami penganiayaan. Aksi itu di duga di lakukan menggunakan senjata air gun dan senjata tajam. Berkat respons cepat aparat kepolisian, korban berhasil di selamatkan dari situasi yang membahayakan, Jumat (26/12/2025) kemarin.
Peristiwa tersebut terjadi pada malam sekitar pukul 20.30 WIB di kawasan Jalan G. Obos XIX A. Korban yang saat itu tengah bersilaturahmi bersama saksi ke rumah kerabat untuk merayakan Natal, tiba-tiba terlibat dalam situasi tidak kondusif akibat pertengkaran yang terjadi di lokasi.
Pamapta III Polresta Palangka Raya, Ipda Oxana Licanissya’mengatakan, pihaknya langsung bergerak setelah menerima laporan dari masyarakat terkait adanya korban penganiayaan.
“Personel segera mengevakuasi korban ke Pos Polisi Bundaran Besar sebelum di bawa ke RS Bhayangkara untuk mendapatkan penanganan medis dan di lakukan visum,” ujarnya, Sabtu (27/12/2025).
Berdasarkan informasi awal, ketegangan di picu oleh cekcok antara terduga pelaku dan istrinya yang berkaitan dengan permintaan pembelian minuman beralkohol. Situasi kemudian berkembang hingga melibatkan korban yang berada di teras rumah.
Di duga emosi, terlapor mengambil air gun dari dalam mobil dan memukulkannya ke kepala korban. Pelaku juga sempat mengancam korban sebelum korban berhasil melarikan diri. Aksi tersebut di susul pengejaran oleh pelaku yang membawa senjata tajam.
“Akibat kejadian itu, korban mengalami luka robek di bagian kepala dan membutuhkan perawatan medis. Sementara itu, terduga pelaku melarikan diri dan hingga kini masih dalam proses penyelidikan pihak kepolisian,” tegasnya.
Polresta Palangka Raya telah mengamankan keterangan saksi serta melakukan langkah-langkah hukum lanjutan.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap menjaga ketertiban dan segera melapor apabila menemukan potensi gangguan keamanan, khususnya pada momen perayaan hari besar keagamaan,” pungkasnya. (oiq)




