Liga Champions 2026: Inter Milan Bidik Kemenangan Klinis atas Arsenal di Meazza

KALTENG.CO-Laga panas akan tersaji di Stadion Giuseppe Meazza saat Inter Milan menjamu wakil Inggris, Arsenal, dalam lanjutan fase grup Liga Champions pada Rabu (21/1/2026) dini hari WIB.
Ketajaman dan kedalaman skuad The Gunners menjadi perhatian serius bagi bek tangguh Nerazzurri, Manuel Akanji.

Dalam konferensi pers resmi, pemain yang dipinjam dari Manchester City tersebut memberikan pandangannya mengenai kekuatan lawan dan apa yang harus dilakukan Inter untuk mengamankan tiga poin di kandang sendiri.
Kewaspadaan Terhadap Kedalaman Skuad Arsenal
Meski mengaku jarang menyaksikan pertandingan sepak bola di waktu senggang karena fokus mengurus keluarga, Akanji tetap mengakui bahwa Arsenal adalah lawan yang sangat tangguh. Menurutnya, konsistensi Arsenal dalam beberapa musim terakhir merupakan bukti kualitas mereka.
“Saya tidak terlalu sering menonton sepak bola karena saya punya tiga anak di rumah. Meskipun begitu, saya tahu mereka memiliki skuad yang sangat dalam dengan banyak pemain berkualitas,” ujar Akanji sebagaimana dikutip dari laman resmi klub.
Ia menambahkan bahwa kedalaman skuad inilah yang memungkinkan tim asuhan Mikel Arteta tetap kompetitif di berbagai ajang sekaligus.
Kunci Kemenangan: Bermain Klinis dan Kompak
Menghadapi tim papan atas seperti Arsenal, kesalahan sekecil apa pun bisa berakibat fatal. Akanji menekankan pentingnya efektivitas di depan gawang dan disiplin dalam penguasaan bola.
- Tanpa Ampun: Inter harus memaksimalkan setiap peluang yang ada.
- Klinis: Penyelesaian akhir menjadi faktor penentu kemenangan.
- Kompak: Pertahanan harus tetap rapat untuk meredam agresivitas lawan.
“Kita harus tanpa ampun dan klinis di depan gawang, sekaligus rapi dalam penguasaan bola. Ini tidak akan mudah, tetapi kita harus bermain sebagai satu kesatuan tim,” tegas bek berusia 30 tahun tersebut.
Ancaman Bola Mati dan Lini Serang Lawan
Salah satu hal spesifik yang diwaspadai Akanji adalah kemampuan Arsenal dalam mengeksekusi situasi bola mati (set-piece). Arsenal memang dikenal memiliki skema yang sangat berbahaya yang seringkali berujung gol.
Selain itu, kualitas individu penyerang Arsenal juga tak luput dari perhatiannya. “Di Eropa, Anda selalu menghadapi pemain penyerang top. Arsenal kuat dan banyak mencetak gol, terutama dari bola mati. Kami harus tetap fokus selama 90 menit,” tambahnya.
Fleksibilitas Posisi: Dari Bek ke Gelandang?
Menariknya, Akanji juga merespons spekulasi mengenai kemungkinan dirinya didorong maju menjadi gelandang bertahan. Meski lebih nyaman di lini belakang, pemain asal Swiss ini menegaskan loyalitasnya pada instruksi pelatih.
Posisi Ideal Manuel Akanji:
- Bek Tengah (Prioritas): Terutama dalam skema tiga bek.
- Inverted Defender: Bergerak ke tengah saat menguasai bola (seperti perannya di Man City).
- Gelandang Darurat: Siap dijalankan jika kebutuhan taktik mendesak.
“Peran utama saya adalah sebagai bek. Namun, jika pelatih membutuhkan saya di posisi lain untuk membantu tim, saya selalu bersedia memberikan yang terbaik,” pungkasnya. (*/tur)



