BeritaHukum Dan KriminalKALTENGPalangka Raya

Terungkap! Inilah Sosok di Balik Rekaman Viral ‘Jaksa Minta Uang’:Ternyata Suara Seorang Kontraktor

PALANGKA RAYA, Kalteng.co – Kejaksaan Tinggi Kalimantan Tengah (Kejati Kalteng) menegaskan rekaman audio yang beredar luas di media sosial dan menyeret nama oknum jaksa dalam perkara dugaan korupsi pembangunan pabrik tepung ikan di Kabupaten Kotawaringin Barat, bukan berasal dari aparat kejaksaan.

Klarifikasi ini disampaikan setelah pihak kejaksaan melakukan penelusuran terhadap sumber rekaman yang sempat memicu polemik di tengah masyarakat, Sabtu (18/4/2026).

https://kalteng.co

Asisten Intelijen Kejati Kalteng, Hendri Hanafi, mengatakan pihaknya langsung bergerak cepat menindaklanjuti informasi yang beredar, termasuk menelusuri identitas suara dalam rekaman tersebut.

Kami berangkat dari beredarnya rekaman yang menyebut nama jaksa di wilayah Kejari Kobar, sehingga kami telusuri dan pastikan sumbernya,” ujarnya.

Dari hasil pemeriksaan, lanjut Hendri, diketahui bahwa suara dalam rekaman tersebut adalah milik seorang kontraktor bernama Halili Hasbullah. Bahkan, yang bersangkutan telah mengakui secara langsung bahwa suara tersebut adalah miliknya dan tidak ada keterlibatan pihak kejaksaan.

“Yang bersangkutan menyampaikan kepada kami, ‘itu benar suara saya dan tidak melibatkan jaksa sebagaimana yang beredar’,” tegasnya.

Ia juga meluruskan isi percakapan dalam rekaman yang menyebut adanya nominal uang. Menurutnya, hal tersebut bukanlah permintaan ilegal, melainkan sebatas saran untuk pengembalian kerugian negara.

“Yang disampaikan oleh Halili, jika ingin dibantu maka harus menyiapkan pengembalian kerugian negara, bukan permintaan dari jaksa,” jelasnya.

Lebih lanjut, Kejati Kalteng memastikan akan mengambil langkah hukum apabila ditemukan unsur pidana dalam penyebaran informasi yang dinilai merugikan institusi. Selain itu, pihaknya juga membuka kemungkinan untuk meminta klarifikasi dari pihak-pihak yang menyebarkan narasi adanya keterlibatan jaksa.

“Jika dalam proses ini ditemukan unsur pidana, tentu kami akan menempuh langkah hukum sesuai ketentuan yang berlaku,” pungkasnya.

Sementara itu, Halili, kontraktor yang suaranya muncul dalam rekaman viral terkait dugaan permintaan uang oleh oknum jaksa dalam perkara korupsi pabrik tepung ikan di Kabupaten Kotawaringin Barat, akhirnya angkat bicara.

Ia menegaskan, bahwa percakapan dalam rekaman tersebut benar suaranya, namun narasi yang berkembang di masyarakat dinilai tidak sesuai dengan fakta sebenarnya.

Halili menjelaskan, percakapan itu terjadi saat dirinya dimintai pendapat oleh terdakwa H. Romi terkait penanganan perkara yang sedang dihadapinya. Ia membantah keras tudingan bahwa dirinya menyebut atau mewakili jaksa dalam meminta sejumlah uang.

“Memang benar itu suara saya, tapi yang mengarah kepada penyebutan jaksa atau meminta sejumlah uang atas nama jaksa itu tidak benar,” ujarnya.

Menurutnya, pembicaraan tersebut murni berupa saran pribadi agar terdakwa menyiapkan dana untuk kemungkinan pengembalian kerugian negara, bukan untuk kepentingan pihak tertentu.

“Saya hanya menyampaikan pendapat, kalau memang merasa ada kesalahan, sebaiknya disiapkan dana untuk pengembalian kerugian negara,” ucap Halili.

Ia juga mengungkapkan bahwa angka yang sempat disebut dalam percakapan bukanlah permintaan pasti, melainkan estimasi pribadi sebagai langkah antisipasi.

“Saya sempat menyampaikan mungkin di angka satu miliar perlu dipersiapkan, tapi itu belum tentu dipakai, hanya sebagai antisipasi kalau memang dibutuhkan,” katanya.

Halili menegaskan dirinya bukan bagian dari institusi kejaksaan, melainkan murni pihak swasta yang bekerja di bidang konstruksi. Ia juga mengaku tidak mengetahui bahwa percakapannya saat itu direkam dan disebarluaskan.

“Saya bukan dari kejaksaan, saya murni orang swasta. Dan saya juga tidak tahu kalau percakapan itu direkam,” tegasnya. (oiq)

 

https://kalteng.co       https://kalteng.co       https://kalteng.co        

Related Articles

Back to top button