Fairid Naparin: Warga Tak Perlu Khawatir, Pasokan BBM di Palangka Raya Ditambah

PALANGKA RAYA, Kalteng.co – Pemerintah Kota Palangka Raya bergerak cepat merespons polemik antrean panjang BBM yang terjadi dalam beberapa hari terakhir. Wali Kota Palangka Raya, Fairid Naparin, memimpin langsung rapat koordinasi bersama Forkopimda, pihak Pertamina dan seluruh pengelola SPBU di Kota Cantik, Jumat (8/5/2026) malam.
Rapat yang digelar di Ruang Peteng Karuhei I itu juga disiarkan secara langsung melalui kanal YouTube milik Dinas Kominfo Kota Palangka Raya.
Pertemuan tersebut membahas langkah konkret untuk mengurai antrean BBM sekaligus memastikan distribusi bahan bakar kembali normal.
Dalam rapat itu, Fairid memastikan stok BBM di Palangka Raya berada dalam kondisi aman. Bahkan pihak Pertamina disebut telah menyetujui penambahan pasokan harian untuk BBM nonsubsidi jenis Pertamax.
“Keputusannya, stok dipastikan aman dan akan dilakukan penambahan dari 150 kiloliter menjadi 205 kiloliter per hari untuk BBM jenis Pertamax. Kalau untuk Pertalite stoknya sangat berlimpah sebagaimana yang disampaikan pihak Pertamina,” kata Fairid saat memimpin rapat dikutip dari siaran langsung.
Tak hanya menambah pasokan, Pemko Palangka Raya juga meminta seluruh SPBU mengoptimalkan pelayanan di lapangan dengan mengoperasikan seluruh pompa pengisian agar antrean kendaraan bisa lebih cepat terurai.
“Kami juga akan memastikan pengoptimalan atau pengoperasian semua pompa operator di setiap SPBU yang ada di Kota Palangka Raya ini,” ujarnya.
Selain itu, jam operasional SPBU juga diperpanjang. Seluruh SPBU di Kota Palangka Raya kini diwajibkan beroperasi mulai pukul 06.00 WIB hingga 01.00 WIB dini hari. Bahkan pemerintah bersama Pertamina juga akan menambah jumlah SPBU yang beroperasi selama 24 jam.
“Untuk jam operasional diberlakukan semua SPBU sejak pukul 06.00 WIB sampai pukul 01.00 WIB. Kemudian akan dilakukan penambahan lagi tiga SPBU 24 jam sehingga totalnya nanti menjadi empat SPBU yang beroperasi 24 jam,” tegasnya.
Fairid kembali menekankan bahwa pemerintah tidak pernah menerapkan pembatasan pembelian BBM seperti isu yang sempat beredar di tengah masyarakat.
Ia memastikan seluruh jajaran bersama Forkopimda akan turun langsung melakukan pengecekan lapangan guna memastikan distribusi BBM berjalan normal.
“Yang terakhir saya tegaskan, tidak ada pembatasan. Untuk memastikan hal ini berjalan kembali normal, saya bersama jajaran dan Forkopimda akan melakukan pengecekan langsung ke lapangan pada esok hari,” tandasnya. (oiq)



