Angkat Isu Deforestasi di Bumi Tambun Bungai, Insinyur Teknik Sipil Asal Pulang Pisau Ini Menang Lomba Sketsa Nasional

PULANG PISAU, Kalteng.co-Dunia seni sketsa Indonesia baru saja menyambut lahirnya talenta baru yang berbakat. Yayang Ristiana Putri, atau yang akrab disapa Risti, berhasil mengukir prestasi gemilang dengan menyabet gelar Juara 2 dalam ajang Lomba Sketsa Nasional yang diselenggarakan oleh Neureka Education pada awal Mei 2026.
Prestasi perempuan berusia 27 tahun asal Pulang Pisau ini menjadi perbincangan hangat, bukan hanya karena keindahan visual karyanya, tetapi juga karena pesan mendalam dan latar belakang sosoknya yang inspiratif.
Jeritan Hutan Kalimantan dalam Goresan Visual
Dalam kompetisi bergengsi tersebut, Risti tidak sekadar menggambar. Ia membawa misi lingkungan yang sangat relevan dengan tanah kelahirannya. Dengan mengangkat tema kerusakan hutan di Kalimantan, Risti berhasil menyentuh hati para juri melalui goresan sketsa yang emosional.
Melalui teknik arsir dan detail yang tajam, ia menggambarkan kondisi alam yang kian kritis. Karya ini menjadi pesan visual yang kuat mengenai urgensi pelestarian hutan di tengah ancaman deforestasi. Bagi Risti, seni adalah media komunikasi yang paling jujur untuk menyuarakan keresahan publik terhadap isu lingkungan hidup.
Profil Risti: Antara Teknik Sipil, Dunia Kerja, dan Panggilan Menjadi Guru
Hal yang membuat pencapaian ini kian istimewa adalah latar belakang pendidikan dan profesi Risti yang terbilang kontras dengan dunia seni murni. Risti merupakan seorang Lulusan Teknik Sipil yang saat ini aktif berkarier di sebuah perusahaan profesional.
Meski hari-harinya dipenuhi dengan perhitungan teknis dan logika konstruksi, Risti memiliki sisi humanis yang sangat besar terhadap dunia pendidikan. Buktinya, di tengah kesibukan bekerja, ia saat ini sedang menempuh studi lanjut di jurusan PGSD (Pendidikan Guru Sekolah Dasar) di Markandeya University.
“Kesibukan profesional bukanlah penghalang untuk tetap berkarya. Seni adalah cara saya melepas penat sekaligus menyampaikan pesan yang tidak bisa diucapkan dengan kata-kata,” ungkapnya dalam sebuah kesempatan.
Langkah ini ia ambil demi mengejar cita-cita mulianya untuk menjadi seorang guru, membuktikan bahwa ia adalah sosok yang multitalenta dan berdedikasi tinggi pada pengembangan diri.
Inspirasi bagi Generasi Muda Indonesia
Kemenangan Risti di ajang nasional ini memberikan pesan kuat bagi generasi muda, khususnya di daerah Kalimantan Tengah, bahwa:
Latar Belakang Bukan Batasan: Menjadi lulusan teknik bukan berarti tidak bisa berprestasi di bidang seni kreatif.
Peduli Lingkungan: Seni bisa menjadi alat advokasi yang ampuh untuk menyuarakan isu-isu kritis seperti kerusakan hutan.
Keberanian Berpindah Jalur: Tidak ada kata terlambat untuk mengejar panggilan jiwa (passion) di bidang pendidikan meskipun sudah memiliki karier yang mapan.
Mengapa Prestasi Ini Penting?
Keberhasilan Risti membuktikan bahwa talenta dari daerah seperti Pulang Pisau mampu bersaing secara kompetitif di level nasional. Neureka Education, sebagai penyelenggara, mengakui bahwa kualitas karya yang masuk tahun ini sangat tinggi, dan keberhasilan Risti meraih posisi kedua menunjukkan kualitas artistik yang luar biasa.
Semangat untuk Terus Berkarya
Pencapaian Yayang Ristiana Putri adalah bukti nyata bahwa keterbatasan waktu di tengah kesibukan kerja tidak membatasi seseorang untuk berprestasi. Kemenangan ini diharapkan mampu memantik semangat pemuda-pemudi lain untuk terus peduli pada lingkungan dan berani bermimpi setinggi langit.
Selamat untuk Risti! Teruslah menginspirasi melalui goresan tangan dan dedikasi di dunia pendidikan. (*/tur)



