BeritaFAMILYMETROPOLIS

Bukan Tanpa Masalah, Ini Cara Ibu Hebat Atasi Burnout dan Tetap Waras

KALTENG.CO-Menjalani peran sebagai ibu sering kali membuat seseorang harus membagi tenaga, pikiran, dan emosi dalam waktu yang bersamaan.

Tugas rumah tangga, urusan pekerjaan, kebutuhan anak, hingga tekanan kehidupan sehari-hari terkadang membuat banyak ibu merasa mudah lelah, stres, dan kehilangan waktu untuk dirinya sendiri (burnout).

Namun menariknya, sebagian ibu tetap terlihat hangat, tenang, dan mampu menikmati hidup meskipun aktivitas mereka sangat padat. Mereka bukan hidup tanpa masalah atau punya asisten rumah tangga selusin, melainkan memiliki cara berpikir dan rutinitas tertentu yang membuat kondisi emosionalnya tetap stabil.

Menurut psikologi, kebahagiaan seorang ibu sering tidak datang dari kemewahan atau hidup yang sempurna tanpa tekanan. Kebahagiaan itu justru lahir dari kebiasaan sederhana yang dilakukan secara konsisten setiap hari.

Dilansir dari YourTango, berikut adalah sepuluh kebiasaan yang sering dimiliki oleh para ibu yang mampu merasa lebih bahagia, waras, dan tenang hampir setiap hari. Yuk, simak untuk dicontek selerasnya!

10 Kebiasaan Ibu yang Bahagia dan Tenang

1. Menurunkan Standar Ekspektasi (Kunci Anti-Stres)

Ibu yang bahagia sadar bahwa tidak ada yang namanya “ibu sempurna”. Mereka tidak memaksakan diri agar rumah selalu rapi bak katalog majalah, atau anak harus selalu menurut setiap detik. Menurunkan ekspektasi pada hal-hal kecil yang tidak esensial terbukti ampuh mengurangi kecemasan.

2. Memulai Hari Lebih Awal untuk Me-Time

Bukan untuk langsung mencuci baju atau memasak, tetapi untuk diri sendiri. Menyisihkan waktu 15–30 menit di pagi hari sebelum anak-anak bangun—baik untuk minum kopi hangat, membaca, atau sekadar duduk diam—memberikan bahan bakar emosional yang cukup untuk menghadapi hari.

3. Berani Meminta dan Menerima Bantuan

Menjadi ibu bukan berarti harus menjadi superwoman yang melakukan segalanya sendirian. Kebiasaan mendelegasikan tugas kepada suami, memanfaatkan teknologi (seperti mesin cuci piring atau food preparation), atau meminta bantuan keluarga tanpa rasa bersalah adalah tanda kesehatan mental yang baik.

4. Fokus pada Present Moment (Mindfulness)

Saat sedang bermain dengan anak, mereka benar-benar hadir di sana, bukan malah memikirkan jemuran atau pekerjaan kantor. Kebiasaan melatih fokus pada apa yang sedang dilakukan saat ini terbukti secara psikologis mampu menurunkan hormon kortisol penyebab stres.

5. Membatasi Paparan Media Sosial

Ibu yang tenang tahu kapan harus menutup aplikasi Instagram atau TikTok mereka. Mereka paham bahwa membandingkan kehidupan nyata mereka yang penuh remah biskuit di lantai dengan “kehidupan estetik” ibu lain di media sosial adalah racun bagi kebahagiaan.

6. Menjaga Kedekatan Emosional dengan Pasangan atau Sahabat

Anak memang penting, tetapi hubungan dewasa juga butuh dirawat. Ibu yang bahagia meluangkan waktu untuk mengobrol santai dengan suami tanpa membahas urusan anak, atau tetap rutin menjaga komunikasi dengan sahabat terdekat (support system).

7. Rutin Menggerakkan Tubuh

Olahraga tidak harus selalu ke gym selama berjam-jam. Jalan kaki keliling kompleks selama 20 menit atau melakukan peregangan ringan di rumah sudah cukup untuk melepaskan hormon endorfin—si hormon pembuat bahagia.

8. Memiliki Batasan yang Jelas (Boundaries)

Mereka tahu kapan harus berkata “tidak”. Baik itu menolak ajakan kumpul-kumpul yang tidak mendesak, atau menolak tuntutan tambahan di luar kapasitas mereka. Batasan yang tegas menjaga energi ibu tetap utuh untuk hal-hal yang benar-benar krusial.

9. Tidak Menyalahkan Diri Sendiri (Self-Compassion)

Ketika hari berjalan buruk (misalnya, masakan gosong atau tidak sengaja membentak anak), ibu yang bahagia tidak akan tenggelam dalam rasa bersalah yang berkepanjangan. Mereka memaafkan diri sendiri, meminta maaf pada anak jika perlu, lalu melangkah maju.

10. Mengakhiri Hari dengan Rasa Syukur

Sebelum tidur, alih-alih merenungkan apa saja tugas yang belum selesai, mereka memilih untuk mengingat minimal tiga hal baik yang terjadi hari itu. Bersyukur mengubah fokus otak kita dari “apa yang kurang” menjadi “apa yang cukup”.

Kebahagiaan Ibu adalah Investasi Keluarga

Catatan Penting: Happy mom raises happy kids. Ibu yang bahagia bukan berarti ibu yang egois. Justru, ketika tangki emosional seorang ibu terisi penuh, ia akan memiliki lebih banyak cinta, kesabaran, dan kehangatan untuk dialirkan kepada anak-anak dan suaminya.

Memulai kebiasaan baru memang butuh waktu. Anda tidak harus langsung menerapkan sepuluh poin di atas sekaligus besok pagi.

Cobalah pilih satu atau dua kebiasaan sederhana yang paling memungkinkan untuk diterapkan minggu ini. Ingat, Anda berhak untuk bahagia dan tenang dalam menjalani peran hebat ini! (*/tur)

Related Articles

Back to top button