Kenakan Gaun Babydoll dan Sepatu Bot, Gaya Olivia Rodrigo di Promo ‘Drop Dead’ Viral

KALTENG.CO-Penyanyi pop-rock asal Amerika Serikat, Olivia Rodrigo, kembali menjadi sorotan publik. Bukan hanya karena karya musiknya, melainkan karena pilihan busana yang dikenakannya saat mempromosikan singel terbaru bertajuk Drop Dead. Gaya fesyen pelantun tembang hits tersebut menuai beragam kritik dan memicu perdebatan hangat di media sosial.
Dilansir dari laman The Body Optimist pada Minggu (17/5/2026), Olivia tampil dalam sebuah acara promosi musik mengenakan gaun babydoll bermotif bunga kecil. Gaun tersebut ia padukan dengan sepatu bot tebal (chunky boots) serta kaus kaki putih. Siapa sangka, penampilan ikonik khas dirinya itu justru memicu diskusi luas hingga menjadi topik viral di berbagai platform digital.
Dinilai “Terlalu Kekanak-kanakan” untuk Bintang Pop Dewasa
Pilihan busana bergaya babydoll yang dikenakan Olivia dinilai sebagian pengguna internet terlalu pendek. Tidak sedikit netizen yang melayangkan komentar bahwa potongan baju tersebut menghadirkan kesan yang terlalu kekanak-kanakan dan tidak sesuai dengan citra dirinya sebagai bintang pop dewasa.
Kritik yang mengalir di media sosial ini bahkan berkembang lebih jauh, bertransformasi menjadi perdebatan mengenai batasan gaya berpakaian para artis perempuan saat tampil di ruang publik.
Namun, jika menilik sejarah mode, gaun babydoll yang dikenakan Olivia sebenarnya memiliki rekam jejak panjang dalam dunia fesyen. Model pakaian ini sempat populer di kalangan figur budaya populer terdahulu dan kerap dikenakan oleh sejumlah ikon perempuan.
Bagi mereka, gaya ini adalah simbol kebebasan berekspresi sekaligus bentuk perlawanan terhadap standar berpakaian yang konservatif.
Oleh karena itu, sebagian pengamat fesyen menilai kritik yang diarahkan kepada Olivia terlalu berlebihan. Penilaian negatif tersebut dianggap mengabaikan konteks artistik serta referensi sejarah mode di balik pilihan visual sang penyanyi.
Menyoroti Kembali Standar Ganda terhadap Musisi Perempuan
Kasus yang menimpa Olivia Rodrigo ini kembali menghidupkan pembahasan lama mengenai standar ganda (double-standard) yang kerap dialami artis perempuan di industri hiburan.
Banyak pihak menilai bahwa penyanyi wanita jauh lebih sering menerima penghakiman visual terhadap penampilan fisik mereka, ketimbang apresiasi atas kualitas karya maupun kemampuan vokal yang mereka miliki.
Situasi yang dialami Olivia memperlihatkan bagaimana pilihan busana perempuan di ruang publik masih sering dijadikan bahan penghakiman kolektif oleh masyarakat luas.
Konsisten dengan Karakter Musik dan Ekspresi Visual
Meskipun menjadi sasaran kritik dari berbagai sudut internet, Olivia Rodrigo tampaknya tetap teguh mempertahankan pendekatan artistiknya.
Bagi Olivia, fesyen adalah perpanjangan dari karakter musiknya sendiri. Penampilannya dalam rangkaian promosi singel Drop Dead dipahami sebagai bagian dari ekspresi visual yang dikurasi untuk memperkuat identitas kreatifnya.
Bagi para penggemar setianya, perpaduan unsur feminin yang lembut dari gaun bunga-bunga dengan nuansa pemberontakan dari sepatu bot tebal justru menjadi daya tarik tersendiri.
Kontras estetika itulah yang membuat gaya Olivia Rodrigo selalu terasa segar, autentik, dan lekat dengan jiwanya sebagai musisi pop-rock generasi masa kini. (*/tur)



