Polisi Turun Tangan Selidiki Kematian Warga Binaan di Ruang Isolasi Lapas

PALANGKA RAYA, Kalteng.co – Aparat kepolisian bergerak cepat menyelidiki meninggalnya seorang warga binaan pemasyarakatan (WBP) di Lapas Kelas IIA Palangka Raya. Begitu menerima laporan dari pihak lapas, personel Polresta Palangka Raya langsung mendatangi lokasi untuk melakukan pemeriksaan dan pengumpulan keterangan.
Warga binaan bernama Anton Kurniawan tersebut ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa di ruang isolasi atau straf sel nomor 01 pada Sabtu (30/5/2026). Peristiwa itu kemudian dilaporkan kepada kepolisian untuk dilakukan penanganan sesuai prosedur yang berlaku.

Pamapta III SPKT Polresta Palangka Raya, Ipda M. Abrar mengatakan, pihaknya bersama personel piket fungsi segera menuju lokasi setelah menerima informasi dari petugas lapas. Sejumlah langkah awal dilakukan guna memastikan fakta-fakta yang berkaitan dengan kejadian tersebut.
“Setiap laporan yang masuk kami tindak lanjuti secara profesional, mulai dari mendatangi tempat kejadian perkara, melakukan olah TKP, meminta keterangan saksi hingga penanganan lanjutan untuk mengetahui secara pasti rangkaian peristiwa yang terjadi,” ujarnya.
Dari keterangan awal yang dihimpun, korban sebelumnya masih terlihat dalam kondisi hidup saat petugas lapas melakukan kontrol rutin blok hunian pada malam hari. Namun ketika dilakukan pengecekan kembali beberapa waktu kemudian, korban tidak merespons panggilan petugas.
Petugas medis lapas yang datang melakukan pemeriksaan kemudian menyatakan korban sudah tidak memiliki denyut nadi maupun pernapasan. Temuan tersebut selanjutnya dilaporkan kepada pihak kepolisian untuk dilakukan proses penyelidikan lebih lanjut.
Selain melakukan olah TKP, polisi juga mendata identitas korban dan sejumlah saksi yang berada di sekitar lokasi. Jenazah kemudian dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara Palangka Raya guna menjalani pemeriksaan medis dan autopsi.
“Seluruh proses masih dalam tahap penyelidikan. Kami akan mengumpulkan seluruh informasi dan hasil pemeriksaan untuk mengetahui penyebab pasti meninggalnya korban,” tegasnya. (oiq/aza)



