IPW Ungkap Eks Kapolda Kalbar Irjen Pipit Rismanto Diduga Diperiksa Propam Terkait Mafia Tambang Aseng

KALTENG.CO-Dunia penegakan hukum kembali diguncang kabar miring. Indonesia Police Watch (IPW) baru-baru ini mengungkap adanya informasi terkait pemeriksaan mantan Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Kalimantan Barat, Irjen Pol Pipit Rismanto, oleh Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) Polri.
Pemeriksaan ini diduga kuat menjadi babak baru dari pusaran kasus dugaan korupsi tata kelola Izin Usaha Pertambangan (IUP) PT Quality Success Sejahtera (QSS) yang berlokasi di Kalimantan Barat (Kalbar). Kasus kakap ini sebelumnya telah menyeret nama pengusaha tambang kelas kakap, Sudianto alias Aseng.

IPW Endus Keterkaitan Penangkapan Aseng
Ketua IPW, Sugeng Teguh Santoso, membenarkan adanya isu pemeriksaan terhadap jenderal bintang dua tersebut. Menurut Sugeng, langkah Propam Mabes Polri ini tidak lepas dari momentum diciduknya Sudianto alias Aseng.
“IPW mendapatkan informasi bahwa ada informasi pemeriksaan memang terhadap (eks) Kapolda Kalbar oleh Propam Mabes Polri. Peristiwa ini ditarik latar belakangnya—menurut saya—dengan dikaitkan ditangkapnya Sudianto alias Aseng, pengusaha yang melakukan penambangan bauksit di Kalimantan Barat,” ujar Sugeng kepada media, Minggu (7/6/2026).
Sugeng juga menambahkan bahwa di tengah masyarakat sendiri telah lama berkembang berbagai isu miring mengenai aktivitas pertambangan bauksit ilegal maupun menyimpang yang dilakukan oleh Aseng selama bertahun-tahun tanpa tersentuh hukum secara maksimal.
Duduk Perkara Kasus Korupsi IUP PT QSS (2017-2025)
Sebagai informasi, Kejaksaan Agung (Kejagung) bergerak cepat dengan menetapkan Sudianto alias Aseng sebagai tersangka pada Kamis (21/5). Penetapan ini merupakan bagian dari penyidikan besar-besaran terkait dugaan korupsi dan penyimpangan tata kelola IUP PT QSS.
Kasus korupsi di sektor pertambangan bauksit ini memiliki rekam jejak yang cukup panjang, yakni terjadi dalam rentang waktu periode 2017 hingga 2025. Mengingat dampaknya yang masif terhadap kerugian negara dan lingkungan, Kejagung terus melakukan pendalaman untuk mencari aktor-aktor lain yang turut membentengi atau menikmati aliran dana haram tersebut.
Profil dan Rekam Jejak Irjen Pol Pipit Rismanto
Nama Irjen Pol Pipit Rismanto sebenarnya bukan orang baru di bidang penegakan hukum pidana khusus, terutama sektor pertambangan. Berikut adalah profil singkat dan perjalanan kariernya:
1. Spesialis Reserse dan Tipidter
Lahir di Salatiga, Jawa Tengah pada 30 Desember 1972, lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) 1994 ini memiliki reputasi panjang di Korps Bhayangkara. Sebagian besar kariernya dihabiskan di bidang reserse kriminal khusus (Reskrimsus) dan Tindak Pidana Tertentu (Tipidter).
2. Riwayat Jabatan Strategis
2011: Kapolres Bangka (AKBP)
2013: Wadirresnarkoba Polda Sumatera Barat
2015: Dirreskrimsus Polda Bangka Belitung
2020: Wadirtipidter Bareskrim Polri
2021: Dirtipidter Bareskrim Polri
2023 – Mei 2026: Kapolda Kalimantan Barat
3. Kasus Besar yang Pernah Ditangani
Sepanjang kiprahnya di Mabes Polri, Pipit Rismanto pernah memimpin tim khusus dalam menyidik kasus gagal ginjal akut pada anak akibat obat batuk sirup tercemar.
Selain itu, namanya mencuat saat mengusut kasus tambang ilegal Ismail Bolong yang sempat menghebohkan publik karena isu aliran dana ke petinggi Polri. Menariknya, mutasi Pipit menjadi Kapolda Kalbar pada Maret 2023 lalu sempat diisukan publik berkaitan dengan penyelesaian kasus Ismail Bolong yang dianggap menggantung.
Babak Baru: Mutasi ke Polda Jawa Barat
Meskipun diterpa isu pemeriksaan oleh Propam terkait kasus tambang di Kalbar, karier Irjen Pipit Rismanto tampaknya tetap berjalan dinamis. Berdasarkan Surat Telegram Kapolri Nomor: ST/960/V/KEP./2026 tertanggal 7 Mei 2026, ia resmi mendapatkan promosi jabatan baru.
Irjen Pipit Rismanto kini diamanatkan menjabat sebagai Kapolda Jawa Barat, menggantikan Irjen Rudi Setiawan yang dimutasi menjadi Perwira Tinggi (Pati) Bareskrim Polri.
Publik kini menunggu kejelasan dari pihak Mabes Polri dan Propam terkait sejauh mana keterlibatan atau kapasitas pemeriksaan Irjen Pipit Rismanto dalam sengkarut korupsi tambang bauksit PT QSS di Kalbar.
Apakah pemeriksaan ini murni klarifikasi formal atau justru membuka kotak pandora baru dalam gurita bisnis tambang ilegal di tanah air? (*/tur)



