Pasca-Anggota Gugur di Katingan, Kapolda Kalteng: Kami Tidak Akan Mundur Lawan Narkoba!

PALANGKA RAYA, Kalteng.co-Kapolda Kalimantan Tengah Irjen Pol Iwan Kurniawan memastikan operasi penindakan terhadap terduga bandar narkotika di Desa Tumbang Kalemei, Kecamatan Katingan Tengah, telah dilaksanakan sesuai standar operasional prosedur (SOP).
Operasi tersebut sebelumnya berujung bentrokan yang menyebabkan seorang personel Satresnarkoba Polres Katingan gugur saat menjalankan tugas.
Kapolda menjelaskan, sebelum operasi dilakukan, personel Satresnarkoba Polres Katingan telah melakukan pemantauan dan penyelidikan dalam waktu yang cukup lama untuk memastikan kondisi lapangan, karakteristik wilayah, serta target yang akan diamankan. Berdasarkan hasil penyelidikan, polisi juga menyiapkan personel polisi wanita karena target utama yang akan diamankan merupakan seorang perempuan.
“Ini sudah kami lakukan sejak jauh hari. Anggota dari Satresnarkoba sudah melakukan pemantauan dan penyelidikan, sehingga mereka mengetahui betul situasi serta karakteristik wilayah di sana,” ujar Iwan.
Ia mengatakan, pembagian tugas seluruh personel telah dipersiapkan sebelum penindakan dilakukan. Polwan ditempatkan di titik tertentu, sementara tim utama bergerak menuju lokasi target. Menurutnya, seluruh tahapan operasi telah dijalankan sesuai prosedur yang berlaku.
“Pada saat dilakukan penindakan, pembagian tugas dan koordinasi antaranggota juga sudah dipersiapkan dengan baik. Kami bahkan melibatkan personel polisi wanita karena berdasarkan informasi yang kami peroleh, target yang akan diamankan adalah seorang perempuan,” katanya.
Namun, situasi berubah ketika petugas mendapat perlawanan dari warga di lokasi. Kapolda menyebut sejumlah orang melakukan provokasi dengan meneriakkan kata “perampok” sehingga mengundang massa berdatangan. Tidak hanya itu, para pelaku juga diduga membawa senjata tajam dan senjata api laras panjang yang memicu situasi semakin tidak terkendali.
“Masyarakat yang berada di lokasi, termasuk target dan beberapa pelaku lainnya, melakukan provokasi. Mereka berteriak ‘perampok’, kemudian mengeluarkan senjata tajam dan juga senjata api laras panjang,” ungkapnya.
Untuk menghindari jatuhnya korban lebih banyak, personel kepolisian memutuskan mundur ke arah Sungai Katingan karena jalur darat telah dipenuhi sekelompok orang yang diduga merupakan rekan para pelaku. Setelah sempat berkumpul di tepian sungai, anggota kembali mendapat serangan sehingga memilih masuk ke sungai untuk menyelamatkan diri.
Kapolda mengungkapkan, berdasarkan informasi awal yang diterimanya, terdapat dugaan salah seorang anggota sempat dikuasai oleh para pelaku sebelum akhirnya ditemukan meninggal dunia. Dugaan tersebut masih menjadi bagian dari proses penyidikan yang terus dilakukan.
“Berdasarkan informasi yang saya terima, kemungkinan ada anggota kami yang sempat diamankan oleh para pelaku. Diduga anggota tersebut merupakan personel kami yang gugur,” ujarnya.
Saat ini, Polda Kalimantan Tengah memfokuskan penanganan pada proses penegakan hukum terhadap seluruh pihak yang terlibat. Sejumlah terduga pelaku telah diamankan, sementara pengejaran terhadap pelaku lainnya masih terus dilakukan.
“Ke depan, pemberantasan peredaran narkoba menjadi perhatian serius kami. Kami akan terus memberantas jaringan narkoba yang ada di Kalimantan Tengah. Saya tegaskan, tidak ada sedikit pun anggota kepolisian di Kalimantan Tengah yang akan mundur dalam menghadapi para pelaku tindak pidana narkotika,” tegasnya. (oiq)



