DPRD Gunung Mas Minta DPUPR Kalteng Prioritaskan Kualitas Proyek Jalan Kuala Kurun – Palangka Raya

KUALA KURUN, Kalteng.co – DPRD Kabupaten Gunung Mas meminta Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Provinsi Kalimantan Tengah mengutamakan kualitas pembangunan dalam proyek perbaikan ruas jalan provinsi Kuala Kurun–Palangka Raya. Pengawasan proyek juga diminta diperketat agar hasil pekerjaan memiliki daya tahan jangka panjang dan tidak kembali mengalami kerusakan dalam waktu singkat.
Anggota DPRD Gunung Mas, Rayaniatie Djangkan, menegaskan bahwa proyek tersebut tidak boleh hanya berorientasi pada percepatan penyelesaian pekerjaan. Menurutnya, kualitas konstruksi harus menjadi prioritas karena ruas jalan tersebut merupakan akses utama yang setiap hari digunakan masyarakat untuk berbagai aktivitas.
“Kami meminta instansi terkait benar-benar mengawasi kualitas pekerjaan ruas jalan tersebut. Jangan sampai setelah selesai dikerjakan, beberapa bulan kemudian kondisinya kembali rusak. Masyarakat tentu menginginkan jalan yang bertahan lama, bukan hanya mulus saat diresmikan,” ujar Rayaniatie, Selasa (14/7).
Politikus Partai Amanat Nasional (PAN) itu menilai pengalaman pada proyek-proyek sebelumnya harus menjadi bahan evaluasi. Pasalnya, ruas jalan Kuala Kurun–Palangka Raya beberapa kali mengalami kerusakan meski usia perbaikannya masih tergolong baru.
Menurut Rayaniatie, proyek yang dibiayai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Kalimantan Tengah tersebut wajib menghasilkan pekerjaan berkualitas karena menggunakan dana publik. “Dana yang digunakan adalah uang rakyat. Karena itu hasil pekerjaannya harus memberikan manfaat jangka panjang. Jangan sampai anggaran besar dikeluarkan, tetapi kualitas jalannya justru mengecewakan,” tegasnya.
Rayaniatie juga meminta Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah tidak ragu memberikan sanksi kepada kontraktor apabila ditemukan pekerjaan yang tidak sesuai dengan spesifikasi teknis. Ia menekankan bahwa pengawasan harus dilakukan secara menyeluruh, mulai dari proses pengerjaan hingga masa pemeliharaan proyek selesai.
Menurutnya, ruas jalan Kuala Kurun – Palangka Raya memiliki peran strategis sebagai jalur utama penghubung antarwilayah yang menunjang aktivitas ekonomi, pendidikan, pelayanan publik, hingga distribusi logistik.
Selain itu, jalan tersebut setiap hari dilintasi kendaraan bertonase besar sehingga membutuhkan konstruksi yang kuat dan berkualitas. “Kontraktor maupun pengawas jangan tutup mata. Jalan ini menjadi urat nadi perekonomian masyarakat. Kalau kualitasnya asal-asalan, yang dirugikan bukan hanya pemerintah, tetapi masyarakat yang setiap hari melintasinya,” katanya.
Harapan serupa disampaikan warga Karitak, Nurdin, yang menginginkan hasil perbaikan kali ini lebih berkualitas sehingga jalan tidak kembali berlubang dalam waktu singkat.
Menurutnya, kerusakan yang selama ini terjadi diduga dipengaruhi tingginya lalu lintas kendaraan bermuatan berat serta kualitas pekerjaan yang dinilai belum maksimal. “Kami tentu senang jalan diperbaiki. Tetapi masyarakat ingin hasilnya benar-benar berkualitas. Selama ini ada beberapa titik yang cepat rusak karena banyak truk bermuatan berat melintas. Mudah-mudahan kali ini hasilnya lebih kuat dan tahan lama,” ujarnya.
Dengan pengawasan yang ketat dan pelaksanaan proyek sesuai standar teknis, masyarakat berharap perbaikan ruas jalan Kuala Kurun–Palangka Raya dapat memberikan manfaat jangka panjang, meningkatkan konektivitas antarwilayah, serta mendukung pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Gunung Mas dan Kalimantan Tengah.(yud)



