BeritaHukum Dan Kriminal

Bekali Peserta Didik Baru, Polisi: Jangan Pertaruhkan Masa Depan dengan Judi Online

PALANGKA RAYA, Kalteng.co – Ratusan pelajar baru SMKN 1 Palangka Raya mendapatkan pembekalan khusus mengenai bahaya judi online saat mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), Rabu (15/7/2026). Edukasi tersebut diberikan Polsek Pahandut sebagai langkah pencegahan agar generasi muda tidak terjerumus dalam praktik perjudian berbasis digital.

Kegiatan yang berlangsung di Aula SMKN 1 Palangka Raya itu diikuti sebanyak 447 peserta didik baru. Materi disampaikan oleh Kapolsubsektor Jekan Raya bersama personel Binmas dengan menitikberatkan pada dampak hukum, sosial, hingga ekonomi yang ditimbulkan akibat judi online.

Kapolresta Palangka Raya Kombes Pol Dedy Supriadi melalui Kapolsek Pahandut AKP Iyudi Hartanto mengatakan, pemberian edukasi sejak dini dinilai penting mengingat maraknya praktik judi online yang menyasar kalangan remaja melalui berbagai platform digital.

“Judi online bukan jalan untuk memperoleh keuntungan, melainkan dapat merusak masa depan. Kami mengajak para pelajar untuk menjauhi segala bentuk perjudian, memanfaatkan teknologi secara bijak, serta fokus menuntut ilmu demi meraih cita-cita,” ujarnya.

Menurut Iyudi, para siswa juga diingatkan agar tidak mudah percaya terhadap berbagai tawaran yang menjanjikan keuntungan instan di media sosial maupun aplikasi digital. Mereka diminta segera berkonsultasi dengan orang tua atau guru apabila mengetahui adanya teman yang mulai terindikasi terjerat judi online.

“Kami berharap para pelajar mampu menjadi benteng pertama dalam melindungi diri dari pengaruh negatif dunia digital, termasuk praktik perjudian yang kini semakin mudah diakses,” katanya.

Selain memberikan edukasi mengenai bahaya judi online, personel kepolisian juga menyampaikan materi tentang keselamatan berlalu lintas. Para peserta MPLS diingatkan agar tidak mengendarai kendaraan bermotor apabila belum memenuhi persyaratan sesuai ketentuan yang berlaku.

Ia menambahkan, melalui kegiatan MPLS tersebut diharapkan para siswa tidak hanya memahami risiko hukum dari judi online, tetapi juga tumbuh menjadi generasi yang disiplin, taat aturan, serta mampu memanfaatkan teknologi secara positif untuk mendukung prestasi di dunia pendidikan.

“Kami juga mengimbau para pelajar untuk tidak terlibat balapan liar maupun menggunakan knalpot yang tidak sesuai spesifikasi. Keselamatan di jalan harus menjadi prioritas,” tegasnya. (oiq)

Related Articles

Back to top button