Pemkab Barito Utara Kembali Raih Penghargaan Revitalisasi Bahasa Ibu: Komitmen Lestarikan Budaya Daerah!

MUARA TEWEH, Kalteng.co-Pemerintah Kabupaten Barito Utara (Barut), Kalimantan Tengah, kembali mengukir prestasi membanggakan di kancah nasional. Kabupaten ini berhasil meraih penghargaan program revitalisasi bahasa ibu dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia (Kemendikdasmen RI) dalam ajang bergengsi Festival Tunas Bahasa Ibu Nasional (FTBIN) 2025.
Penjabat (Pj) Bupati Barito Utara, Muhlis, menyatakan kebanggaannya atas pencapaian ini. “Ini adalah penghargaan untuk seluruh masyarakat Barito Utara. Pelestarian bahasa ibu adalah tanggung jawab bersama dan kami akan terus mendukung program ini demi keberlanjutan budaya dan kearifan lokal,” ujar Muhlis di Muara Teweh, Selasa (27/5/2025).

Menurut Muhlis, penghargaan ini merupakan kali kedua berturut-turut yang diterima Kabupaten Barito Utara. Sebelumnya, pada tahun 2024, Barito Utara menjadi satu-satunya kabupaten di Kalimantan Tengah yang memperoleh penghargaan serupa.
Tahun ini, Barito Utara kembali mencatatkan namanya bersama dua kabupaten lainnya di Kalteng, yaitu Kabupaten Barito Selatan dan Kabupaten Sukamara, sebagai penerima apresiasi dari Kemendikdasmen RI.
“Penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi atas komitmen dan keberhasilan Kabupaten Barito Utara dalam melestarikan bahasa daerah melalui program revitalisasi bahasa ibu, yang telah dijalankan secara konsisten,” tambah Muhlis.
Sinergi Berbagai Pihak untuk Kelestarian Bahasa
Kepala Dinas Pendidikan Barito Utara, Syahmiludin A. Surapati, menambahkan bahwa keberhasilan ini tidak terlepas dari sinergi berbagai pihak. “Keberhasilan ini merupakan hasil sinergi berbagai pihak, khususnya dukungan guru, tokoh adat, dan komunitas budaya di daerah,” jelas Syahmiludin. Kolaborasi ini menunjukkan betapa pentingnya peran serta seluruh elemen masyarakat dalam menjaga warisan tak benda ini.
Penghargaan yang diterima Kabupaten Barito Utara ini diharapkan menjadi pemicu semangat baru dalam mempertahankan warisan budaya dan bahasa daerah di tengah tantangan globalisasi dan pergeseran budaya generasi muda. Ini adalah langkah krusial untuk memastikan identitas lokal tetap kuat di tengah arus modernisasi.
Pentingnya Bahasa Ibu sebagai Jati Diri Bangsa
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI, Prof. Abdul Mu’ti, dalam pidatonya di FTBIN 2025, menekankan pentingnya peran bahasa ibu sebagai bagian integral dari jati diri bangsa. “Bahasa ibu adalah kekayaan bangsa. Tanpa keterlibatan aktif pemerintah daerah, pelestariannya tidak akan optimal,” tegas Prof. Mu’ti.
Hingga saat ini, Kemendikdasmen telah melakukan revitalisasi terhadap 114 bahasa dan dialek di 38 provinsi di seluruh Indonesia. Program ini bertujuan untuk menumbuhkan kesadaran generasi muda akan pentingnya bahasa ibu serta memperkuat identitas lokal melalui pendekatan pendidikan dan kebudayaan.
Dengan komitmen yang ditunjukkan oleh Kabupaten Barito Utara, diharapkan upaya pelestarian bahasa daerah dapat terus berlanjut dan menginspirasi daerah lain untuk turut menjaga kekayaan linguistik dan budaya Indonesia. (pra)



