Tindakan Perdana VATS Berhasil Dilakukan RSDS

OPERASI: Tim BTKV RSDS yang terdiri dari sejumlah dokter berhasil melakukan tindakan menggunakan prosuder VATS pada pasien infeksi paru kronis.
OPERASI: Tim BTKV RSDS yang terdiri dari sejumlah dokter berhasil melakukan tindakan menggunakan prosuder VATS pada pasien infeksi paru kronis.

PALANGKA RAYA,kalteng.co– Keberhasilan penanganan perdana untuk kasus infeksi paru kronis melalui tindakan VATS oleh Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Doris Sylvanus (RSDS) ini memberikan harapan baru bagi masyarakat di Kalimantan Tengah, khususnya di kota Palangka Raya. “Semoga di masa mendatang, semakin banyak kasus serupa yang bisa ditangani dengan baik oleh tim BTKV di Palangkaraya, serta memudahkan masyarakat untuk mendapatkan akses pengobatan dan penanganan yang tepat bagi keluhan-keluhan lainnya yang memerlukan tindakan pembedahan,” kata dr Gary Pradhana SpBTKV.

Baru-baru ini, RSDS menerima kasus pasien usia 21 tahun dengan penyakit infeksi paru kronis yang menyebabkan kebocoran pada paru, sehingga salah satu sisi dari paru tidak bisa mengembang. Kondisi ini menimbulkan sesak napas berulang sehingga pasien tidak dapat beraktivitas dengan normal.

Kasus ini, menurut dr Gary dapat diatasi dengan pemasangan selang di rongga dada untuk membantu agar timbunan udara akibat kebocoran paru dapat keluar dari rongga dada dan tidak menekan sisi lain paru yang sehat dan nantinya berdampak pada kerusakan organ tubuh lain. Setelah dilakukan observasi oleh Tim Spesialisasi BTKV dengan bekerja sama dengan tim spesialisasi paru, maka diputuskan untuk dilakukan tindakan dengan metode pembedahan invasif minimal (minimally invasive) yang dikenal dengan istilah VATS (Video-Assisted Thoracic Surgery).

Prosedur VATS dilakukan dengan cara membuat sayatan kecil pada kulit dan menggunakan bantuan kamera teropong untuk melihat bagian dalam rongga dada untuk kemudian dilakukan tindakan operasi. “Prosedur ini memberikan banyak keuntungan untuk pasien, karena mengurangi perdarahan besar di daerah operasi, mempersingkat waktu perawatan dan mempercepat perbaikan kondisi pasien,”ujar dr Gary.

Prosedur ini memerlukan cukup banyak alat penunjang yang canggih. Di Palangka Raya sendiri, alat penunjang ini sudah tersedia, namun belum banyak kasus serupa yang membutuhkan tindakan tersebut, selain itu tim yang khusus menangani kasus ini juga masih membutuhkan kurva pengalaman dalam membantu terlaksananya prosedur VATS. Kasus ini merupakan kasus perdana di Palangka Raya yang akan ditangani dengan prosedur VATS.

Tindakan pembedahan akan dilakukan di RSDS dengan pendekatan multi disiplin yang memerlukan kerjasama antar bidang spesialis, yaitu spesialis BTKV, paru, dan anestesi/pembiusan, Tindakan pembedahan diperkirakan akan berjalan sekitar 3 jam. Tepat 13 September lalu, tim yang terdiri dari VATS dr Gary Pradhana SpBTKV, Bronchoscopy dr Mual Parhusip SpP, dan Anestesi dr Widi Yuli SpAn melaksanakan operasi terhadap pasien. Setelaah selesai dioperasi dengan prosedur VATS, pasien dirawat inap di ICU selama 1 malam dan setelahnya dapat dipindahkan ke kamar rawat biasa dengan observasi langsung oleh tim penanganan dan mulai melakukan mobilisasi seperti biasanya.

Mobilisasi pasien sudah berjalan normal dengan pengurangan dosis pengobatan secara bertahap, pasien diperbolehkan pulang. Waktu yang dibutuhkan sampai pasien dapat dipulangkan adalah kurang lebih 7 hari setelah tindakan pembedahan dilakukan. Setelah itu, diharapkan pasien dapat beraktivitas dengan normal kembali seperti biasanya.(sma)