
PALANGKA RAYA, Kalteng.co – Christian Sancho resmi terpilih kembali sebagai Ketua Umum Pengurus Provinsi (Pengprov) Persatuan Menembak dan Berburu Seluruh Indonesia (Perbakin) Kalimantan Tengah periode 2026–2030. Ia ditetapkan secara aklamasi dalam Musyawarah Provinsi (Musprov) VI Perbakin Kalteng yang digelar pada Sabtu, 17 Januari 2026.
Pimpinan sidang Musprov VI, Benny Siswanto, menjelaskan bahwa hingga tahapan penjaringan dan pelaksanaan musyawarah, hanya terdapat satu calon yang mendaftar sebagai Ketua Umum, yakni Christian Sancho.
“Karena hanya ada satu calon yang memenuhi persyaratan, maka secara musyawarah mufakat, Christian Sancho ditetapkan sebagai Ketua Umum Pengprov Perbakin Kalteng periode 2026–2030,” ujar Benny.
Benny berharap, kepemimpinan baru ini mampu membawa Perbakin Kalteng menjadi organisasi yang lebih solid serta mampu meningkatkan pembinaan di tingkat kabupaten dan kota.
“Mudahan ke depan Perbakin Kalteng bisa semakin baik dan pembinaan di daerah bisa berjalan lebih maksimal,” tambahnya.
Fokus Prestasi dan Pembinaan Atlet
Usai terpilih, Christian Sancho menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pengurus Perbakin kabupaten/kota se-Kalimantan Tengah atas kepercayaan yang diberikan kepadanya.
“Saya mengucapkan terima kasih atas dukungan seluruh pengurus Perbakin di daerah. Amanah ini akan saya jalankan sebaik mungkin,” kata Christian.
Ia menegaskan bahwa fokus utama kepengurusannya adalah meningkatkan prestasi atlet menembak Kalteng, khususnya dalam menghadapi ajang nasional seperti Pekan Olahraga Nasional (PON).
“Pada PON Aceh sebelumnya kita berhasil meraih medali perak. Target ke depan, minimal bisa mempertahankan, bahkan kalau bisa menambah perolehan medali di PON NTB nanti,” ungkapnya.
Dorong Persiapan Atlet Sejak Dini
Untuk mewujudkan target tersebut, Christian mendorong pemerintah kabupaten dan kota agar mulai mempersiapkan atlet sejak usia dini. Menurutnya, pembinaan jangka panjang sangat penting agar atlet memiliki kualitas teknik dan mental yang matang.
“Persiapan atlet harus dilakukan lebih awal, agar mereka punya cukup waktu untuk mengikuti pembinaan dan pendidikan yang terarah di bawah Perbakin,” jelasnya.
Ia juga menyoroti pentingnya peningkatan MINIMAL QUALIFIKASI SCORE (MQS) nilai poin tembakan 60 peluru 605 serta peningkatan klasifikasi tembakan atau stabilitas akurasi atlet.
“Kita perlu mengejar MQS dan meningkatkan kualitas tembakan. Dengan begitu, saat PON nanti, atlet Kalteng sudah benar-benar siap bersaing,” pungkas Christian Sancho. (pra)
EDITOR: EKO




