BeritaHukum Dan KriminalNASIONAL

Demonstrasi Ricuh Jakarta Ganggu Perekonomian! Mal Atrium Senen Tutup Sampai Situasi Kondusif

KALTENG.CO-Kawasan Jakarta sedang menghadapi gelombang demonstrasi yang berdampak besar pada kehidupan sehari-hari warganya.

Sejak Kamis (28/8/2025) hingga hari ini, Jumat (29/8/2025), pusat kota lumpuh akibat aksi yang terus meluas.

Kemacetan parah dan penutupan jalan menjadi pemandangan umum. Bahkan, dampak domino dari situasi ini terasa hingga ke sektor bisnis, salah satunya dengan penutupan sementara operasional Mal Atrium Senen.

Keputusan ini diambil oleh manajemen Mal Atrium Senen sebagai langkah antisipasi untuk menjamin keamanan dan keselamatan pengunjung serta karyawan. Pernyataan resmi di Instagram mereka menjelaskan, “Sehubungan dengan kondisi saat ini, Mal Atrium Senen ditutup sementara hingga situasi kondusif.”

Pengumuman ini menunjukkan betapa seriusnya dampak dari eskalasi demonstrasi yang terjadi, yang menyebar dari kawasan Senayan hingga ke titik-titik vital di Jakarta Pusat, termasuk area Senen yang berdekatan dengan markas Brimob di Kwitang.


Tragedi Memicu Kemarahan Publik

Aksi demonstrasi ini bukan hanya sebatas masalah lalu lintas. Kericuhan yang terjadi sejak Kamis malam bahkan telah menelan korban jiwa. Seorang pengemudi ojek online (ojol) tewas setelah terlindas kendaraan taktis Brimob, memicu kemarahan publik yang lebih besar. Tragedi ini menjadi pemicu meluasnya aksi protes, yang kini tidak hanya digerakkan oleh satu kelompok, melainkan juga mendapat dukungan dari berbagai elemen masyarakat, termasuk mahasiswa.

Situasi mencekam ini memaksa berbagai pihak mengambil langkah preventif. Penutupan Mal Atrium Senen adalah salah satu contoh nyata bagaimana aktivitas ekonomi terpaksa berhenti. Para pedagang kecil hingga pengusaha ritel di area tersebut kini harus menunda kegiatan mereka, menunggu situasi kembali aman.


Efek Domino pada Kehidupan Kota

Penutupan Mal Atrium Senen hanyalah puncak dari gunung es. Demonstrasi besar ini telah menyebabkan gangguan layanan publik yang meluas, mulai dari pengalihan rute transportasi umum, penutupan jalan utama, hingga terganggunya kegiatan ekonomi harian. Warga Jakarta merasakan langsung bagaimana denyut nadi kota melambat dan bahkan terhenti.

Di tengah situasi yang masih memanas, masyarakat kini berharap adanya langkah tegas dari pemerintah dan aparat untuk segera meredakan ketegangan. Tragedi yang merenggut nyawa pengemudi ojol menjadi pengingat yang menyakitkan bahwa demonstrasi yang ricuh membawa konsekuensi yang sangat fatal.

Pentingnya penegakan hukum yang transparan dan akuntabilitas menjadi tuntutan utama agar peristiwa serupa tidak terulang kembali. (*/tur)

Related Articles

Back to top button