1.134 Rumah Warga Terdampak Banjir Barsel

Kepala Pelaksana BPBD Barsel, Alip Suraya

BUNTOK, Kalteng.co – Berdasarkan data sementara dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), sekitar 1.134 rumah warga terdampak banjir.

“Berdasarkan laporan yang kita terima 12 Desa terendam banjir di 4 Kecamatan serta 1.134 rumah warga terdampak banjir,” kata Kepala Pelaksana BPBD Barsel, Alip Suraya, Selasa (14/9/2021).

Diterangkan Alip Suraya, dari total 1.134 rumah tersebut di Desa Tarusan sebanyak 618 rumah terdampak banjir dengan 634 kepala Keluarga, kemudian Desa Reong 180 rumah beserta fasilitas umum.

Desa Marawan Lama sebanyak 318 rumah dan 11 fasilitas umum dan Desa Talekoi RT. 02-03sebanyak 18 rumah dengan 21 KK.
“Semua rumah terdampak banjir tersebut di Kecamatan Dusun Utara,” terangnya.

Baca Juga:  Dua Budak Sabu Ponton Diringkus Polisi

Dari 12 Desa terendam banjir tersebut yakni Desa Penda Asam di Kecamatan Dusun Selatan. Kemudian di Kecamatan Dusun Hilir Desa Batampang dan Desa Batilap, Kecamatan Karau Kuala, Desa Bintang Kurung, Janggi dan Desa Babai, namun saat ini kondisi air mulai surut.

Dan Kecamatan Dusun Utara meliputi, Kelurahan Pendang, Desa Tarusan, Desa Reong, Desa Marawan Baru, Desa Marawan Lama dan Desa Talekoi.

“Adapun terdampak banjir tersebut seperti jalan lingkungan Desa dan kelurahan, rumah warga, persawahan, kebun karet, rotan dan beberapa fasilitas umum,” cetusnya.

Ia menyebutkan banjir yang terjadi di wilayah Barsel merupakan banjir kiriman dari daerah Kabupaten Murung Raya dan Kabupaten Barito Utara yang merupakan daerah hulu sungai barito.

Baca Juga:  Pulau Telo Bisa Menjadi Destinasi Wisata

Sehingga, lanjut dia, luapan air menuju ke hilir yang merupakan daerah Barito Selatan terkena imbas banjir.

Menurutnya, mulai dari tanggal 9 September 2021 banjir yang terjadi di hulu sungai barito sudah mengalami surut, namun untuk daerah hilir masih menunjukkan kenaikan.

Adapun ketinggian debit air antara 50 CM s/d 150 CM dan disebagian wilayah sudah mulai surut, namun untuk wilayah Kecamatan Dusun Hilir baru terdampak banjir kiriman dari hulu.
Banjir juga mengakibatkan terkendalanya kegiatan masyarakat seperti menyadap karet, memotong rotan serta menghambat masa awal tanam padi. (ner)