KPU Kalteng Siap Laksanakan Hajatan Lima Tahun

Gugat PHP

PALANGKA RAYA, kalteng.co-Sebagai lembaga penyelenggara pilkada, KPU Kalteng menyebut sudah siap melaksanakan hajatan lima tahunan ini, baik menyangkut teknis hingga SDM yang bertugas di lapangan.


Ketua Komisioner KPU Kalteng Harmain Ibrohim mengatakan, tadi malam semua logistik sudah didistribusikan oleh KPU kabupaten/kota ke PPK dan sudah diterima oleh 6.045 TPS se-Kalteng. Sedangkan untuk SDM yang bertugas, tuturnya, sudah siap melaksanakan tugas, mulai dari petugas ad hoc tingkat PPK, PPS, hingga KPPS.


“Termasuk penerapan protokol kesehatan (prokes) oleh petugas. Kami meyakinkan kepada masyarakat bahwa semua petugas dalam kondisi sehat lantaran telah melakukan rapid test,” katanya kemarin sore.


Harmain menyebut bahwa pihaknya telah melakukan pemusnahan surat suara yang lebih dan rusak sebanyak 1.186 lembar untuk tingkat provinsi. Pemusnahan ini mengacu pada PKPU Nomor 8 Tahun 2020 dengan disaksikan oleh Bawaslu dan pihak Polda Kalteng.


“Di seluruh kabupaten/kota juga dilakukan pemusnahan surat suara yang lebih dan rusak dengan dihadiri Bawaslu dan kepolisian, jumlahnya surat suara rusak se-Kalteng sebanyak 5.576 lembar, dan kelebihan surat suara sebanyak 2.519 lembar. Totalnya sebanyak 8.095 lembar,” bebernya.

Baca Juga:  Usai Bercinta Gratisan dengan PSK, Pulangnya Dikeroyok hingga Tewas


Dijelaskannya, KPU Kalteng menjamin hak pemilih sesuai dengan kategori pemilih, yakni pemilih dalam daftar pemilih tetap (DPT), daftar pemilih pindahan (DPPh) yang mencakup pemilih dalam DPT yang pindah memilih, dan daftar pemilih tambahan (DPTb) yakni pemilih yang menggunakan KTP-el atau surat keterangan memilih di TPS sesuai alamat KTP-el.
“Pemilih diharapkan tidak takut untuk datang ke TPS, karena KPU menerapkan prokes. Setiap pemilih diajak mengikuti petunjuk dan imbauan yang sudah dibuat, seperti terkait waktu untuk datang ke TPS maupun soal perlengkapan alat pelindung diri,” jelasnya.


Dikatakannya, pemungutan suara dilaksanakan pada pukul 07.00 hingga pukul 13.00 WIB. Kehadiran pemilih ke TPS sudah diatur. Dengan demikian diharapkan akan mengurangi potensi kerumunan pemilih di area TPS.Semua petugas, lanjutnya, akan menggunakan alat pelindung diri seperti masker, face shield, dan sarung tangan serta penerapan protokol kesehatan.
“Pemilih yang datang ke TPS diminta mengenakan masker dan membawa alat tulis sendiri. Bila pemilih tidak memiliki masker, akan ada masker yang disiapkan oleh petugas. Selain itu, pemilih juga akan diberi sarung tangan plastik selama berada di TPS,” bebernya.

Baca Juga:  Honda Vario 150 Makin Canggih dan Pintar


Berkenaan dengan laporan dana kampanye, Harmain menyebut bahwa para paslon telah menyerahkannya sebelum batas waktu tanggal 6 Desember pukul 18.00 WIB. Rinciannya, paslon 01 total penerimaan dan pengeluaran Rp11,950 miliar. Sementara paslon 02 total penerimaan Rp20,100 miliar dan pengeluaran Rp19,297 miliar lebih.
Terpisah, Ketua Harian Dewan Adat Dayak (DAD) Kalteng Andria Elia Embang mengajak seluruh masyarakat agar menyukseskan pilkada kali ini agar bisa berjalan aman, damai, dan sehat. “Ayo itah (kita) guang (ke) TPS, jangan sampai golput,” ucapnya kepada media di Kantor DAD Kalteng, kemarin.


DAD menyatakan siap menjaga kamtibmas yang kondusif di wilayah Kalteng selama proses pemungutan suara. Menolak segala tindakan anarkistis dalam bentuk apa pun yang dapat mengganggu kedamaian Bumi Tambun Bungai karena tidak sesuai dengan falsafah huma betang dan belum bahadat.


“Termasuk menolak siapa pun yang datang ke Kalteng dengan tujuan untuk mengganggu kedamaian dan ketenteraman. Kami juga mendukung penegakan hukum terhadap setiap pelanggaran protokol kesehatan Covid-19,” pungkasnya. (abw/ce/ala)