Berita

Babi Dimodifikasi Genetik Vaksin Covid-19, Mengapa Babi? Ini Kelebihannya

Babi Memiliki Reseptor ACE2 Yang Sehat

Mereka mencatat bahwa model hewan yang ada, seperti kelinci dan beberapa primata, yang di gunakan untuk simulasi infeksi Covid-19 tidak dapat sepenuhnya menangkap karakteristik utama fisiologi manusia.

https://kalteng.co https://kalteng.co https://kalteng.co https://kalteng.co

Itu berarti penelitian yang menggunakan model hewan ini hanya menghasilkan akurasi tes yang terbatas pada kemanjuran dan keamanan vaksin dan obat yang di gunakan untuk melawan Covid-19.

Para peneliti mengatakan bahwa dua model baru dapat menunjukkan fitur klinis yang mirip dengan infeksi Covid-19 yang sebenarnya pada manusia. Melalui dua model ini. Mereka percaya para ilmuwan akan dapat membuat studi yang lebih andal dan mendalam tentang infeksi Covid-19. Dalam tubuh manusia untuk mengembangkan terapi vaksin dan obat-obatan yang lebih tepat.

Babi memiliki reseptor ACE2 yang sehat yang tidak berikatan dengan SARS-CoV-2. Tetapi, para ilmuwan telah menghilangkan beberapa gen untuk membuat mereka lebih rentan terhadap virus dan menginfeksi babi.

Tujuan akhir dari percobaan ini adalah untuk melahirkan babi yang dapat di jadikan model penelitian untuk penelitian Covid-19. Eksperimen ini di lakukan penyuntingan terhadap gen babi.

Menurut MIT Technology Review, beberapa ilmuwan juga telah menggunakan teknologi pengeditan gen CRISPR. Untuk melindungi babi dari epidemi mematikan yang mungkin akan menular ke manusia di masa depan.

Mereka mengatakan, seperti saat ini, siapa pun yang masuk ke kandang babi wajib mengukur suhu tubuh, mandi, dan berganti pakaian.(tur)

Laman sebelumnya 1 2

Related Articles

Back to top button