Polda Kalteng Gelar Operasi Bibir Sumbing Gratis

PALANGKA RAYA, Kalteng.co – Kepedulian Polri terhadap kesehatan masyarakat kembali diwujudkan melalui kegiatan bakti kesehatan berupa operasi bibir sumbing dan celah langit-langit gratis. Program yang menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Bhayangkara ke-80 itu digelar di Rumah Sakit Bhayangkara Tingkat III Palangka Raya. Kegiatan kemanusiaan tersebut merupakan hasil kolaborasi antara Polri, Smile Train Indonesia dan Yayasan Senyum Harapan Nusantara. Sebagai tahapan awal, sebanyak enam peserta mengikuti proses skrining kesehatan guna menentukan kelayakan menjalani tindakan operasi.
Pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh oleh tim medis, mulai dari pemeriksaan kesehatan umum, tes laboratorium hingga evaluasi dokter spesialis. Langkah ini dilakukan untuk memastikan kondisi pasien aman sebelum menjalani prosedur operasi.

Kapolda Kalimantan Tengah Irjen Pol Iwan Kurniawan melalui Karumkit Bhayangkara Tingkat III Palangka Raya AKBP dr. Anton Sudarto mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bentuk nyata pengabdian Polri kepada masyarakat di bidang kesehatan. “Kegiatan ini merupakan wujud nyata pengabdian Polri kepada masyarakat di bidang kesehatan. Kami ingin membantu pasien bibir sumbing dan celah langit-langit mendapatkan pelayanan kesehatan yang optimal,” ujarnya, Rabu (17/6/2026).
Menurut Anton, kolaborasi dengan Smile Train Indonesia dan Yayasan Senyum Harapan Nusantara diharapkan mampu memberikan harapan baru bagi para pasien, khususnya anak-anak yang selama ini mengalami keterbatasan akibat kondisi tersebut. “Melalui program ini kami berharap kualitas hidup para pasien dapat meningkat, baik dari sisi kesehatan, kemampuan berkomunikasi maupun rasa percaya diri mereka,” katanya.
Ia menjelaskan, peserta yang dinyatakan lolos skrining akan dijadwalkan menjalani operasi sesuai rekomendasi tim dokter. Selain tindakan medis, pasien dan keluarga juga akan mendapatkan edukasi serta pendampingan selama masa pemulihan. “Setelah operasi, pasien tidak kami lepas begitu saja. Ada pendampingan dan edukasi yang diberikan agar proses pemulihan berjalan maksimal dan hasil operasi dapat memberikan manfaat jangka panjang,” jelasnya.
Anton menambahkan, operasi bibir sumbing dan celah langit-langit bukan hanya bertujuan memperbaiki penampilan fisik, tetapi juga membantu memperbaiki fungsi bicara, kemampuan makan, hingga tumbuh kembang pasien secara keseluruhan. “Bagi anak-anak, tindakan ini sangat penting karena dapat membantu mereka menjalani kehidupan sosial dengan lebih baik dan meningkatkan kepercayaan diri di lingkungan sekitarnya,” ungkapnya.
Program tersebut mendapat sambutan positif dari masyarakat dan keluarga pasien. Banyak di antara mereka mengaku terbantu karena dapat memperoleh layanan operasi secara gratis yang selama ini terkendala biaya. “Kami berharap kehadiran Polri tidak hanya dirasakan dalam menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga melalui kegiatan sosial dan kemanusiaan yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat,” pungkasnya. (oiq)



