
KALTENG.CO-Perjuangan pebalap muda andalan Indonesia, Veda Ega Pratama, di panggung kejuaraan dunia Moto3 2026 berlanjut ke seri kesembilan yang akan digelar di Sirkuit Brno, Republik Ceko.
Namun, sebelum roda motornya mencium aspal sirkuit akhir pekan ini, Veda sudah mengantongi peringatan dan catatan khusus dari sang Manajer Tim Honda Team Asia, Hiroshi Aoyama.

Rangkaian balapan Moto3 Republik Ceko 2026 dijadwalkan memulai aspal panasnya lewat sesi Free Practice (FP) atau latihan bebas pada Jumat (19/6/2026).
Sesi awal ini akan menjadi krusial, mengingat karakteristik Brno yang terkenal sangat menuntut kesiapan teknis maupun fisik.
Karakteristik Komplet Sirkuit Brno: Mengalir tapi Menjebak
Bagi Veda Ega Pratama, Sirkuit Brno menghadirkan tantangan yang benar-benar baru dalam karier balapnya. Trek legendaris sepanjang 5,4 kilometer ini dikenal memiliki paket komplet yang menguji keahlian seorang rider. Brno menyuguhkan kombinasi tikungan-tikungan mengalir (flowing), trek lurus yang panjang untuk adu top speed, hingga perubahan elevasi naik-turun yang cukup ekstrem.
Manajer tim Honda Team Asia, Hiroshi Aoyama, menegaskan bahwa sirkuit ini akan sangat menyenangkan jika pebalap mampu menjinakkannya, namun bisa menjadi bumerang jika telat beradaptasi.
“Ini adalah sirkuit yang sangat panjang dan indah, 5,4 kilometer dengan banyak perubahan elevasi dan tata letak yang sangat mengalir. Permukaannya cukup halus, dan ini adalah trek di mana para pembalap benar-benar dapat menikmati balapan,” kata Hiroshi Aoyama dalam rilis resmi Honda Team Asia.
Cuaca Panas Ekstrem Siap Kuras Fisik Veda Ega
Selain tata letak sirkuit yang menantang, Aoyama juga menyoroti rintangan lain yang wajib diwaspadai oleh Veda Ega Pratama dan rekan setimnya, Zen Mitani. Berdasarkan prakiraan, akhir pekan ini Sirkuit Brno akan diselimuti oleh suhu udara yang sangat panas.
Kondisi tersebut dipastikan akan menguras stamina para pembalap di atas sirkuit baru yang belum pernah mereka cicipi sebelumnya.
Fokus Utama: Memahami racing line dan tata letak sirkuit secepat mungkin.
Manajemen Fisik: Menjaga kebugaran tubuh agar tetap prima di tengah kepungan suhu panas Brno.
Membangun Kepercayaan Diri: Meningkatkan catatan waktu secara bertahap di setiap sesi latihan.
“Kondisi diperkirakan akan panas, jadi ini akan menjadi akhir pekan yang menuntut fisik bagi semua orang. Bagi Veda dan Zen, ini akan menjadi sirkuit baru lainnya, jadi tujuan pertama adalah memahami tata letak dengan cepat dan membangun kepercayaan diri sesi demi sesi,” tambah mantan juara dunia kelas 250cc tersebut.
Misi Kejar Poin Maksimal Pasca-Jeda Balap
Kendati tantangan di depan mata terhitung berat, manajemen Honda Team Asia tetap optimistis menatap balapan hari Minggu nanti. Jeda waktu pasca-seri Moto3 Hungaria dinilai sudah lebih dari cukup bagi Veda Ega untuk memulihkan kebugaran fisik sekaligus mengevaluasi performa motornya.
Aoyama berharap pebalap muda asal Gunungkidul, Yogyakarta tersebut mampu memperlihatkan grafik performa yang menanjak sejak hari pertama latihan bebas, demi mengamankan posisi start yang menguntungkan di sesi kualifikasi.
“Tujuannya adalah untuk terus meningkatkan performa dibandingkan balapan sebelumnya, bekerja secara konsisten di setiap sesi, dan tiba lebih kuat untuk balapan pada hari Minggu. Semoga cuaca tetap stabil dan kami dapat menjalani akhir pekan yang positif,” pungkas Aoyama.
Dengan motivasi tinggi dan bekal evaluasi dari tim, patut dinantikan bagaimana aksi Veda Ega Pratama dalam menaklukkan sirkuit baru dan merebut poin penting di Moto3 Republik Ceko 2026. (*/tur)



