Potensi Gagal Panen Harus Diatasi

KUALA KAPUAS, Kalteng.co -Kejadian serangan hama tungro Tahun 2022 lalu sangat berdampak terhadap petani karena gagal panen, khususnya di Daerah Pemilihan (Dapil) V antara lain Kecamatan Tamban Catur dan Kapuas Timur.
Menyikapi hal tersebut dan untuk tidak terulang lagi, maka Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kapuas dari Dapil V meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kapuas melalui Dinas Pertanian Kapuas untuk melakukan langkah-langkah.
“Serangan hama tungro tahun lalu membuat gagal panen, dan warga sangat terdampak dengan stok beras tidak ada,” ucap H. Ahmad Baihaqi. Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Kapuas ini menambahkan atas kejadian tersebut, petani juga tak mendapat bantuan.
Menurutnya hal seperti itu tidak boleh terulang lagi, sehingga dia meminta Pemkab Kapuas melalui Dinas Pertanian Kabupaten Kapuas kepada seluruh PPL, agar segera sampaikan pencegahan terhadap masalah ketahanan pangan atau beras khususnya di pasang surut.
“Agar tidak ada lagi kegagalan dalam panen nantinya, dan bisa berakibat masyarakat kelaparan,” tegasnya. Baihaqi tidak ingin laporan seolah semuanya tidak ada masalah, padahal masyarakat kesusahan dengan adanya gagal panen, dan ke depan koordinasi untuk mengatasi hal tersebut.
“Tugas kita dan harus jadi perhatian, karena lahan pertanian adalah sektor utama masyarakat, serta sudah menjadi kebutuhan hidup,” pungkasnya. Sementara Ketua DPRD Kabupaten Kapuas Ardiansah, menyampaikan bahwa dirinya cukup prihatin atas kejadian serangan hama tungro yang akibatkan gagal panen padi masyarakat di wilayah Dapil V, dan pihaknya bersikap segera membantu masyarakat agar tidak kelaparan.
“Kami dewan khususnya Dapil V segera membantu, dan memang harus tahap kedua Dapil lain juga membantu. Kalau pemerintah daerah melalui dinas terkait tidak mampu membantunya,” tegasnya. (alh)




