Banjir Ganggu KBM, Kurikulum Khusus Bencana Mendesak

Banjir Ganggu KBM, Kurikulum Khusus Bencana Mendesak

Kemendikbudristek Juga Harus Segera Merampungkan Kurikulum

Dia mengatakan, Kemendikbudristek harus menyiapkan kurikulum darurat. Khususnya untuk mengantisipasi bencana alam, seperti banjir, yang berlangsung cukup lama.

Untuk itu Dodi mendesak pemerintah pusat, khususnya Kemendikbudristek tidak hanya mitigasi risiko dampak banjir. Tetapi juga memperhatikan proses pembelajaran di tengah bencana.

”Kemendikbudristek juga harus segera merampungkan kurikulum pembelajaran yang bisa diterapkan pada situasi banjir seperti ini,” ujar Dodi.

Kemudian yang tidak kalah penting, pemerintah harus terus melakukan pendampingan trauma healing kepada peserta didik korban banjir. Dodi menegaskan, Kemendikbudristek harus belajar dari kasus banjir Kalbar itu.

Baca Juga:  Serial Layangan Putus Berakhir, Bagaimana Endingnya?

Menurut dia, kedepannya upaya mitigasi harus berdasar kearifan lokal setempat. Sehingga bencana yang terjadi dapat diantisipasi dengan cepat. Serta tidak berdampak terlalu besar bagi pembelajar di ruang kelas.

Dodi menyampaikan, hampir semua wilayah di Indonesia memiliki risiko bencana alam. Mulai dari gempa bumi, longsor, banjir hingga tsunami. Oleh karena itu, pengembangan kurikulum bencana pendidikan, mitigasi risiko, serta trauma healing harus mempertimbangkan potensi bencana itu.(tur)