
KALTENG.CO-Dinamika kabinet Presiden Prabowo Subianto kembali bergerak. Ketua Umum Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI), Jumhur Hidayat, terlihat mendatangi Istana Negara, Jakarta, pada Senin (27/4/2026). Kedatangannya bertujuan untuk proses pelantikan dirinya sebagai Menteri Lingkungan Hidup (LH).
Jumhur Hidayat ditunjuk untuk menggantikan Hanif Faisol Nurofiq dalam jajaran Kabinet Merah Putih. Perubahan ini menandai langkah strategis pemerintah dalam mengintegrasikan tokoh pergerakan ke dalam struktur eksekutif.
Prioritas Program: Dari Masalah Sampah hingga Kesepakatan Internasional
Meski berangkat dari latar belakang aktivis buruh, Jumhur menyatakan dirinya telah siap mengemban amanah di bidang lingkungan hidup. Saat ditemui di Kompleks Istana Kepresidenan, ia mengungkapkan telah menyusun berbagai rencana kerja untuk kementeriannya.
Fokus utama yang akan ia sasar dalam waktu dekat adalah persoalan limbah domestik yang menjadi tantangan besar di kota-kota besar Indonesia.
“Oh banyak, sudah (siap). Yang paling di depan mata ya soal sampah apa semua ya. Terus kita harus keep up juga dengan isu-isu atau kesepakatan internasional secara bertahap kita harus penuhi,” ujar Jumhur dengan optimistis.
Dukungan Kaum Buruh dan Agenda May Day 2026
Transisi Jumhur dari kursi pimpinan serikat pekerja ke kursi menteri diharapkan mendapat dukungan penuh dari basis massanya. Ia meyakini bahwa keterlibatannya di pemerintahan merupakan representasi dari suara kaum pekerja.
“Insya Allah teman-teman buruh sih harusnya mendukung ya. Karena kita kan memang mulainya dari situ,” tambahnya.
Menariknya, meskipun sudah masuk dalam lingkaran pemerintahan, Jumhur menegaskan tetap akan mengawal peringatan Hari Buruh (May Day) pada 1 Mei 2026 mendatang. Ia memproyeksikan sekitar 300.000 kaum buruh akan berkumpul di Monas untuk menggelar apel besar.
Kegiatan tersebut bukan hanya sekadar aksi tuntutan, melainkan juga bentuk respons positif terhadap langkah pemerintah yang mulai menerima poin-poin aspirasi dari kaum buruh.
Sekilas Reshuffle Kabinet Presiden Prabowo
Pelantikan Jumhur Hidayat menambah catatan panjang penataan struktur pemerintahan di era Presiden Prabowo Subianto. Hingga saat ini, tercatat Presiden telah melakukan empat kali reshuffle kabinet guna mengoptimalkan kinerja kementerian dalam mencapai target pembangunan nasional.
Tantangan Baru di Kementerian Lingkungan Hidup
Sebagai Menteri LH yang baru, Jumhur akan dihadapkan pada tantangan besar, termasuk:
Target Net Zero Emission: Menyeimbangkan pertumbuhan industri dengan komitmen lingkungan.
Manajemen Limbah Nasional: Menciptakan solusi berkelanjutan untuk krisis sampah di berbagai daerah.
Diplomasi Iklim: Mewakili Indonesia dalam forum-forum lingkungan internasional guna memenuhi standar global.
Dengan latar belakangnya yang terbiasa bernegosiasi dan memimpin massa, publik menanti bagaimana cara Jumhur Hidayat meramu kebijakan lingkungan yang tetap pro-rakyat namun selaras dengan kebutuhan keberlanjutan bumi.(*/tur)



