BeritaKALTENGNASIONALPalangka Raya

BPBL 2026 Dibuka, Sigit K. Yunianto Jemput Aspirasi Warga Kalteng Belum Berlistrik

PALANGKA RAYA, Kalteng.co – Anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan Daerah Pemilihan Kalimantan Tengah, Sigit K. Yunianto, S.H., M.A.P., mulai melakukan pendataan calon penerima Program Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) Tahun 2026 bagi masyarakat kurang mampu di seluruh wilayah Kalimantan Tengah.

Program yang berasal dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Republik Indonesia tersebut menjadi salah satu langkah konkret pemerintah dalam memperluas akses listrik bagi masyarakat yang selama ini belum memiliki sambungan listrik mandiri.

Melalui surat resmi bernomor 063/A-248/DPR-RI-SKY/V/2026 tertanggal 5 Mei 2026, Sigit meminta dukungan kepala desa, lurah hingga camat se-Kalimantan Tengah untuk membantu melakukan pendataan masyarakat yang memenuhi syarat penerima bantuan.

Dalam keterangannya, program BPBL menyasar rumah tangga tidak mampu yang terdaftar dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS), belum memiliki sambungan listrik sendiri, berada di wilayah yang telah tersedia jaringan PLN, serta belum pernah menerima bantuan serupa sebelumnya.

“Program ini diharapkan dapat membantu masyarakat kurang mampu memperoleh akses listrik yang layak dan aman, sehingga mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat,” tulis Sigit dalam surat edarannya.

Pendataan dilakukan secara kolektif melalui pemerintah desa, kelurahan maupun kecamatan dengan melampirkan dokumen validasi dari pemerintah setempat. Seluruh usulan data penerima dijadwalkan paling lambat disampaikan pada 22 Mei 2026.

Selain itu, masyarakat juga diimbau berhati-hati terhadap oknum yang mengatasnamakan program bantuan. Sebab dalam surat tersebut ditegaskan bahwa proses pengusulan hingga verifikasi tidak dipungut biaya alias gratis.

Program BPBL sendiri selama beberapa tahun terakhir menjadi salah satu program prioritas pemerintah pusat dalam pemerataan energi nasional, khususnya bagi masyarakat prasejahtera di daerah.

Di Kalimantan Tengah, program tersebut mendapat respons positif karena masih terdapat sejumlah wilayah dan rumah tangga yang belum memiliki sambungan listrik mandiri meskipun jaringan PLN telah tersedia.

Melalui langkah jemput data yang dilakukan sejak awal, Sigit K. Yunianto berharap bantuan BPBL 2026 benar-benar tepat sasaran dan dapat dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat kecil di Bumi Tambun Bungai. (pra)

https://kalteng.co

Related Articles

Back to top button