BeritaFAMILYLife StyleMETROPOLIS

Bukan Sekadar Lelah, Ternyata Ini Alasan Kamu Sering Merasa Galau di Akhir Tahun

KALTENG.CO-Menjelang akhir tahun, suasana biasanya digambarkan dengan gemerlap lampu hias, rencana liburan, dan kegembiraan perayaan. Namun, di balik kemeriahan tersebut, banyak orang justru merasakan gejolak emosi yang campur aduk—mulai dari rasa cemas, sedih, hingga kelelahan mental.

Secara psikologis, momen pergantian tahun memang merupakan waktu yang paling rentan bagi kesehatan mental seseorang. Mengapa demikian? Ternyata, kondisi ini bukan tanpa alasan. Berbagai faktor seperti refleksi diri yang mendalam, tekanan sosial, hingga perubahan biologis berperan besar di dalamnya.


Alasan Psikologis di Balik “Emosi Akhir Tahun”

Dilansir dari Psychology Today, berikut adalah beberapa alasan utama mengapa seseorang cenderung menjadi lebih emosional saat menyambut tahun baru:

1. Refleksi Diri dan “Annual Review” Mental

Akhir tahun sering kali menjadi cermin untuk melihat kembali apa yang sudah dicapai selama 12 bulan terakhir. Bagi mereka yang merasa targetnya belum tercapai, hal ini bisa memicu rasa kecewa, penyesalan, atau perasaan gagal. Proses evaluasi diri yang terlalu keras dapat membebani kesehatan mental secara signifikan.

2. Tekanan Sosial dan Ekspektasi Keberhasilan

Media sosial sering kali memperparah kondisi ini. Melihat pencapaian orang lain—seperti promosi jabatan, pernikahan, atau perjalanan mewah—dapat menciptakan tekanan sosial untuk terlihat “sukses” di akhir tahun. Ekspektasi untuk merayakan tahun baru dengan cara yang sempurna juga sering kali memicu kecemasan.

3. Kelelahan Akumulatif (Burnout)

Setelah bekerja keras sepanjang tahun, tubuh dan pikiran biasanya mencapai titik jenuh di bulan Desember. Kelelahan fisik ini berbanding lurus dengan ketahanan emosional. Saat kita lelah, kita cenderung lebih sensitif dan sulit mengelola stres.

4. Faktor Biologis: Perubahan Cuaca

Di banyak wilayah, akhir tahun identik dengan musim hujan atau cuaca mendung. Kurangnya paparan sinar matahari dapat memengaruhi kadar serotonin dalam otak, yang berperan dalam menjaga suasana hati (mood). Hal ini sering dikaitkan dengan Seasonal Affective Disorder (SAD).


Tips Menjaga Kesehatan Mental di Akhir Tahun

Agar tetap stabil dan bahagia menyambut tahun baru, Anda bisa mencoba beberapa langkah berikut:

  • Lakukan Self-Compassion: Berhentilah menyalahkan diri atas target yang belum tercapai. Hargai setiap proses kecil yang telah Anda lalui.
  • Batasi Penggunaan Media Sosial: Jika melihat unggahan orang lain membuat Anda merasa rendah diri, ambillah waktu untuk digital detox.
  • Cari Kegiatan Baru yang Positif: Mengalihkan energi ke hal-hal bermanfaat dapat membantu memperbaiki suasana hati. (*/tur)

Related Articles

Back to top button