BeritaKAWAT DUNIAUtama

Dampak Mengerikan Topan Wipha! Melumpuhkan Hong Kong hingga Menyapu Asia Tenggara

KALTENG.CO-Topan Wipha bukan sekadar badai biasa yang melanda Hong Kong. Kekuatan dahsyatnya telah merambat luas, memengaruhi negara dan wilayah tetangga seperti Tiongkok daratan, Makau, Filipina, hingga Taiwan.

Badai yang dalam bahasa Thailand berarti “kemegahan” ini justru meninggalkan jejak kerusakan parah dan kekacauan di berbagai wilayah.

Wipha Melanda: Hong Kong Lumpuh Total

Setelah menggasak Hong Kong dengan kekuatan penuh, Topan Wipha mendarat di pesisir kota Taishan, Provinsi Guangdong, Tiongkok selatan, pada Minggu (20/7/2025) pukul 17.55 waktu setempat. Meskipun kemudian melemah menjadi badai tropis hebat, dampak buruknya masih terasa berhari-hari kemudian.

Di Hong Kong, otoritas cuaca mengeluarkan sinyal badai tertinggi, T10, selama hampir tujuh jam. Ini adalah salah satu peringatan paling serius yang pernah diberikan sejak Super Topan Saola pada tahun 2023. Dalam waktu singkat, lebih dari 110 mm hujan mengguyur wilayah utara kota, menyebabkan:

  • Genangan air
  • Pohon tumbang (setidaknya 471 pohon tumbang!)
  • Kerusakan fasilitas publik

Akibat badai ini, 26 orang harus menjalani perawatan di rumah sakit umum, sementara 253 lainnya mengungsi ke tempat penampungan. Di kawasan North Point, perancah bangunan tinggi bahkan ambruk ke jalan, menunjukkan betapa kuatnya embusan angin.

Sektor Penerbangan dan Transportasi Terpukul Hebat

Sektor penerbangan menjadi salah satu yang paling terdampak parah. Menurut Otoritas Bandara Hong Kong, sekitar 500 penerbangan dibatalkan dan 400 lainnya tertunda, memengaruhi hingga 80.000 penumpang.

Maskapai Cathay Pacific bahkan membatalkan seluruh penerbangan antara pukul 05.00 hingga 18.00, menawarkan rebooking tanpa biaya tambahan.

Tidak hanya itu, layanan transportasi publik lainnya juga dihentikan, termasuk jalur feri yang terganggu akibat gelombang tinggi.

Waspada di Tiongkok Daratan dan Makau

Setelah melewati Hong Kong, Wipha melanjutkan perjalanannya ke Tiongkok daratan. Provinsi Guangdong dan Hainan segera meningkatkan status kewaspadaan. Dilansir via Al-Jazeera, kota-kota besar seperti Shenzhen, Zhuhai, hingga Makau membatalkan atau menunda seluruh penerbangan sepanjang Minggu (20/7/2025).

Makau, yang dikenal sebagai pusat perjudian dunia, turut mengaktifkan sinyal badai T10 sebelum akhirnya diturunkan menjadi T8. Pemerintah setempat memperingatkan warga akan potensi banjir di pelabuhan dalam kota dan meminta masyarakat untuk tetap di rumah demi keselamatan.

Filipina dan Taiwan Ikut Merasakan Dampak Wipha

Sebelum menyentuh wilayah Tiongkok, Wipha terlebih dahulu menerjang Filipina sebagai badai tropis. Di negara ini, dampak utamanya adalah peningkatan curah hujan yang menyebabkan meluasnya banjir dan tanah longsor.

Menurut Dewan Nasional Penanggulangan Bencana Filipina (NDRRMC), lebih dari 370.000 warga terdampak, dengan 43.000 orang terpaksa mengungsi. Dua orang dilaporkan hilang, dan lebih dari 400 rumah mengalami kerusakan.

Sementara itu, Taiwan juga diguyur hujan lebat akibat imbas badai, meskipun dampaknya tidak sebesar di Filipina.

Pengingat Penting dari Topan Wipha

Perjalanan Topan Wipha menjadi pengingat yang kuat bahwa dampak bencana alam tidak mengenal batas negara. Hong Kong mungkin menjadi pusat perhatian, namun badai ini membuktikan bahwa satu peristiwa cuaca ekstrem bisa menyatukan kekhawatiran lintas kawasan, menyebabkan kerusakan infrastruktur, gangguan mobilitas, dan penderitaan puluhan ribu warga di berbagai negara. Kesiapsiagaan dan koordinasi regional menjadi kunci dalam menghadapi ancaman serupa di masa depan.

Apakah ada aspek lain dari dampak Topan Wipha yang ingin Anda bahas lebih lanjut? (*/tur)

https://kalteng.co

Related Articles

Back to top button