BeritaNASIONAL

Diduga Dipicu Puntung Rokok Pemancing, Lahan Depan SMAN 4 Sungai Raya Kalbar Hangus Terbakar: Direspons Legislator Senayan!

KALTENG.CO-Peristiwa kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda area di depan SMAN 4 Sungai Raya, Desa Limbung, Kecamatan Sungai Raya, Kalimantan Barat, menuai sorotan tajam dari parlemen.

Aparat kepolisian didesak untuk mengusut tuntas penyebab kebakaran yang diduga kuat dipicu oleh kelalaian manusia, khususnya pembuangan puntung rokok sembarangan.

Tindakan tegas dinilai perlu diambil demi memberikan efek jera, mengingat dampak kerusakan lingkungan dan ancaman kesehatan yang ditimbulkan sangat masif.

Ahmad Sahroni: Kelalaian yang Merusak Lingkungan Harus Dipidana

Merespons peristiwa ini, Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Ahmad Sahroni, meminta pihak kepolisian tidak tinggal diam. Ia menegaskan bahwa jika hasil penyelidikan membuktikan adanya unsur kelalaian, maka pelaku harus diseret ke ranah hukum untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

“Saya minta kepolisian mengusut tuntas penyebab kebakaran ini. Kalau memang terbukti terjadi karena kelalaian, tentu harus ada pihak yang dimintai pertanggungjawaban pidananya,” tegas Sahroni kepada wartawan, Jumat (17/7/2026).

Sahroni mengingatkan bahwa dampak dari kelalaian kecil—seperti membuang puntung rokok yang masih menyala—bisa berujung pada bencana ekologis yang besar. Dalam kasus di Desa Limbung ini, api dengan cepat melahap lahan hingga seluas 4 hektare.

https://kalteng.co https://kalteng.co

“Jangan anggap remeh, hanya karena ulah segelintir orang, empat hektare hutan habis terbakar. Ini bukan sekadar merusak lingkungan, tetapi juga membahayakan kesehatan masyarakat sekitar akibat asap kebakaran,” tambahnya.

Desakan Efek Jera Agar Karhutla Tidak Menjadi Tradisi Tahunan

Lebih lanjut, politisi Partai NasDem ini menekankan pentingnya penegakan hukum yang konkret demi memberikan efek jera. Menurutnya, pembiaran terhadap kasus-kasus kelalaian kecil seperti ini justru akan membuat masyarakat terus menyepelekan bahaya karhutla.

Dampak buruk yang dirasakan masyarakat akibat kebakaran lahan sangat kompleks, mulai dari kerusakan ekosistem hingga penurunan kualitas udara secara drastis.

“Dampaknya sangat luas. Hutan rusak, kualitas udara menurun, masyarakat sekitar jadi menghirup asap yang mengandung zat-zat berbahaya. Maka harus ada efek jera. Jangan sampai kelalaian seperti ini terus dianggap sepele hingga akhirnya karhutla terus berulang setiap tahun,” pungkas Sahroni.

Kronologi Kebakaran dan Dugaan Asal Api dari Aktivitas Pemancing

Kebakaran yang melanda kawasan Desa Limbung ini sebelumnya sempat membuat panik warga, terutama karena lokasinya yang berada tepat di depan fasilitas pendidikan, yaitu SMAN 4 Sungai Raya.

  • Luas Lahan Terbakar: Sekitar 4 hektare lahan hangus dilalap si jago merah.

  • Proses Pemadaman: Membutuhkan waktu hingga beberapa jam akibat kondisi lahan yang kering dan embusan angin.

  • Tim Gabungan yang Terlibat: Pemadaman dilakukan secara intensif oleh sinergi tim gabungan yang terdiri dari TNI, Polri, BPBD, Pemerintah Daerah (Pemda), serta dibantu oleh unit pemadam kebakaran swasta.

Benarkah Dipicu Puntung Rokok Pemancing?

Berdasarkan informasi yang beredar di lapangan, muncul dugaan kuat bahwa kebakaran ini dipicu oleh puntung rokok yang dibuang sembarangan. Kawasan parit di dekat SMAN 4 Sungai Raya memang kerap dijadikan lokasi memancing oleh warga sekitar. Diduga, ada oknum pemancing yang membuang sisa rokok yang masih menyala ke semak-semak kering, yang kemudian memicu kobaran api besar.

Kini, bola panas berada di tangan kepolisian setempat untuk membuktikan kebenaran informasi tersebut dan melacak pihak yang bertanggung jawab atas bencana lingkungan ini. (*/tur)

https://kalteng.co https://kalteng.co https://kalteng.co

Related Articles

Back to top button