BeritaNASIONALPeristiwa

BMKG Catat Aktivitas Gempa Susulan di Pulau Batang Dua Masih Fluktuatif

KALTENG.CO-Pasca gempa dahsyat bermagnitudo 7,6 yang mengguncang perairan Pulau Batang Dua, aktivitas seismik di wilayah Maluku Utara terpantau masih sangat fluktuatif. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan terjadinya serangkaian gempa susulan yang cukup kuat pada Kamis (2/4/2026).

Rangkaian getaran ini merupakan kelanjutan dari aktivitas tektonik setelah gempa utama (mainshock) yang sebelumnya sempat memicu alarm peringatan dini tsunami di wilayah Sulawesi Utara dan Maluku Utara.

Kronologi Gempa Susulan di Barat Laut Jailolo

Berdasarkan data resmi yang dihimpun, setidaknya terdapat dua gempa susulan signifikan yang terjadi dalam rentang waktu yang sangat berdekatan:

  1. Gempa Susulan Pertama (Pukul 10.17 WIB): Gempa tercatat berkekuatan Magnitudo 5,6. Episentrum berada pada koordinat 1,32 Lintang Utara dan 126,47 Bujur Timur, tepatnya 114 kilometer Barat Laut Jailolo dengan kedalaman 18 kilometer.

  2. Gempa Susulan Kedua (Pukul 10.23 WIB): Hanya berselang enam menit, guncangan lebih kuat kembali terjadi dengan Magnitudo 5,8. Titik koordinat berada di 1,25 Lintang Utara dan 126,58 Bujur Timur, sekitar 100 kilometer Barat Laut Jailolo. Gempa ini memiliki kedalaman yang lebih dangkal, yakni 10 kilometer.

Penjelasan BMKG Terkait Aktivitas Seismik

Pelaksana Tugas Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Rahmat Triyono, mengonfirmasi bahwa rentetan guncangan tersebut merupakan fenomena yang lumrah terjadi pascagempa besar. Karakteristik gempa di wilayah ini berkaitan erat dengan penyesuaian lempeng setelah pelepasan energi besar pada gempa M 7,6 sebelumnya.

Meskipun kekuatan gempa susulan cenderung menurun dibandingkan gempa utama, BMKG menegaskan bahwa potensi bahaya tetap ada, terutama bagi bangunan yang strukturnya sudah melemah akibat guncangan pertama.

Kondisi Lapangan dan Imbauan Keselamatan

Hingga laporan ini diturunkan, belum ada laporan resmi mengenai korban jiwa maupun kerusakan infrastruktur yang masif akibat dua gempa susulan tersebut. Namun, suasana waspada masih menyelimuti warga di pesisir Ternate dan Halmahera Barat.

BMKG mengeluarkan sejumlah imbauan penting bagi masyarakat:

  • Hindari Bangunan Retak: Segera menjauh dari gedung atau rumah yang memiliki retakan signifikan setelah gempa pertama.

  • Pantau Informasi Resmi: Jangan mudah percaya pada berita hoax atau prediksi gempa yang tidak bersumber dari BMKG atau BNPB.

  • Tetap Tenang: Masyarakat diminta tetap tenang namun selalu siap siaga jika sewaktu-waktu harus melakukan evakuasi mandiri ke tempat yang lebih tinggi jika merasakan guncangan kuat dan lama.

Pihak berwenang akan terus memantau perkembangan aktivitas seismik di perairan Laut Maluku guna memastikan keamanan warga di wilayah terdampak. (*/tur)

Related Articles

Back to top button