BeritaDPRD KOTA PALANGKA RAYALEGISLATIF

DPRD Kota Palangka Raya Soroti Pelayanan IGD RS Doris Sylvanus, Berharap DPRD Provinsi Turun Tangan

PALANGKA RAYA, Kalteng.co – Anggota Komisi III DPRD Kota Palangka Raya, Arif Noorkim, menyoroti pelayanan di Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit Doris Sylvanus yang dinilai kerap mengalami lonjakan pasien.

Hal tersebut disampaikannya menyusul banyaknya keluhan masyarakat terkait kondisi IGD yang hampir setiap hari dipenuhi pasien, sehingga dikhawatirkan berdampak pada kualitas layanan kesehatan.

“Di ruang IGD itu hampir setiap hari membeludak. Pertanyaannya, apakah pelayanan yang diberikan sudah memenuhi standar? Jangan sampai pasien harus menunggu hingga dua atau tiga hari tanpa penanganan optimal,” ujarnya,Rabu(15/4/2026).

Menurut Arif, kondisi tersebut perlu menjadi perhatian serius, terutama terkait keseimbangan antara jumlah pasien dan tenaga kesehatan yang tersedia. Ia mengingatkan agar tidak ada pasien yang merasa diabaikan saat membutuhkan penanganan medis.

Ia juga menyinggung adanya kasus yang sempat viral di media sosial terkait sikap petugas kesehatan yang dinilai kurang responsif terhadap pasien. Hal ini dinilai menjadi indikator perlunya evaluasi menyeluruh terhadap pelayanan rumah sakit.

Sebagai rumah sakit milik Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah, Arif menegaskan bahwa pembenahan menjadi kewenangan DPRD Provinsi, khususnya Komisi III.

Untuk itu, ia berharap anggota DPRD Provinsi Kalimantan Tengah dari daerah pemilihan I (Palangka Raya, Gunung Mas, dan Katingan) agar turun langsung ke lapangan.

“Kami di DPRD Kota hanya menyampaikan keluhan masyarakat. Kewenangan ada di provinsi, sehingga kami berharap DPRD Kalteng bisa melakukan sidak atau kunjungan untuk melihat kondisi riil di lapangan,” katanya.

Lebih lanjut, Arif juga mengusulkan sejumlah langkah solusi, seperti penambahan ruang IGD, peningkatan jumlah tempat tidur (bed), serta penambahan tenaga kesehatan guna memastikan pelayanan berjalan optimal sesuai standar.

“Kami berharap ada solusi konkret, baik dari sisi fasilitas maupun sumber daya manusia, sehingga pelayanan kesehatan benar-benar maksimal,” pungkasnya. (bam)

Related Articles

Back to top button