Berita

Perang Rusia dan Ukraina, Tiongkok Pilih Juru Damai

KALTENG.CO – Perang Rusia dan Ukraina memunculkan blok di antara Negara-negara Eropha dan Amerika. Akan tetapi, Tiongkok mengisyaratkan kesediaannya untuk berperan sebagai penengah atau fasilitator dalam gencatan senjata antara Rusia dan Ukraina.

Tiongkok siap memainkan peran dalam upaya damai kedua negara.

Gambar Kiri Gambar Kanan

Menteri Luar Negeri Tiongkok Wang Yi mengatakan pihaknya sangat prihatin dengak situasi perang yang terjadi. Tiongkok sangat menyesalkan terjadinya konflik tersebut.

“Ini membuat kerugian bagi warga sipil. Kami menyesalkan pecahnya konflik. Kami menghormati integritas teritorial semua negara,” katanya.
Komentar itu muncul setelah Wang Yi berbicara dengan Menteri Luar Negeri Ukraina Dmytro Kuleba lewat sambungan telepon.

Menurutnya, Ukraina bersedia memperkuat komunikasi dengan Tiongkok.
“Ukraina berharap Tiongkok memainkan peran dalam mewujudkan gencatan senjata,” tambah pernyataan Wang Yi.

Beberapa analis percaya bahwa Tiongkok sedang mencoba untuk memposisikan diri nya sebagai pembawa perdamaian regional, memanfaatkan hubungan dekat dengan Kremlin untuk mengakhiri konflik di Ukraina.

Beijing sekali lagi meminta kedua negara untuk menemukan solusi melalui negosiasi internasional, tetapi mempertahankan kritiknya terhadap NATO.

“Keamanan regional tidak dapat di capai dengan memperluas blok militer,” kata Wang Yi. Menurut sebuah pernyataan Ukraina, Kubela meminta Wang Yi untuk menggunakan tingkat hubungan antara Beijing dan Moskow, dan memaksa Rusia menghentikan agresi bersenjatanya terhadap rakyat Ukraina. Pernyataan itu membuat Wang Yi telah meyakinkan Kubela untuk diplomasi damai.

“Menyatakan kesiapan kami untuk melakukan segala upaya untuk mengakhiri perang di tanah Ukraina melalui diplomasi, termasuk sebagai anggota tetap Dewan Keamanan PBB,” pungkas Wang Yi.(tur)

Related Articles

Back to top button