Dua Hari Tak Tampak, Pria Asal Jember Ditemukan Meninggal Membusuk di Barak Jalan Manduhara

PALANGKA RAYA, Kalteng.co – Warga Jalan Manduhara, Kota Palangka Raya, digegerkan dengan penemuan jasad seorang pria di dalam kamar barak, Rabu (25/2/2026) siang. Korban ditemukan dalam kondisi telah membusuk setelah dua hari tidak terlihat beraktivitas.
Petugas dari Polresta Palangka Raya melalui Unit Inafis Satreskrim langsung mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan identifikasi.
Korban diketahui bernama Buamin (56), warga asal Kabupaten Jember, Jawa Timur, yang sehari-hari bekerja sebagai petani. Ia pertama kali ditemukan setelah warga mencium aroma tidak sedap dari arah kamar yang ditempatinya.
Kapolresta Palangka Raya Dedy Supriadi melalui Kasat Reskrim Eka Palti Arie Putra Hutagaol menjelaskan, penemuan bermula dari kecurigaan seorang saksi bernama Arif Widiyanto (31) yang mencium bau menyengat saat melintas di depan barak korban pada Rabu dini hari.
“Saksi melaporkan kepada pemilik barak. Setelah petugas datang dan dilakukan pembukaan paksa pada pintu serta jendela, korban ditemukan sudah dalam keadaan meninggal dunia,” jelasnya.
Tim Inafis kemudian melakukan pemeriksaan menyeluruh di lokasi. Dari hasil pengecekan awal, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan, luka akibat benda tajam, maupun kerusakan pada bagian barak yang mengarah pada tindak pidana.
Sejumlah barang milik korban turut diamankan, di antaranya obat-obatan pribadi, uang tunai sekitar Rp300 ribu, tasbih, kartu identitas, serta alat komunikasi.
Hasil pemeriksaan medis oleh Dokter Spesialis Forensik RSUD dr. Doris Sylvanus, dr. Devi Susanto, SH, MH, Sp.KF, menyebutkan korban diperkirakan telah meninggal dunia sekitar dua hingga tiga hari sebelum ditemukan.
“Berdasarkan visum luar tidak ditemukan unsur kekerasan. Dugaan sementara, korban meninggal akibat penyakit bawaan,” tegasnya.
Saat ini, kepolisian telah berkoordinasi dengan pihak keluarga korban di Jawa Timur terkait proses pemulangan jenazah. Polisi juga mengimbau masyarakat agar tidak berspekulasi terkait penyebab kematian.
“Peristiwa ini murni karena sakit. Namun kami tetap melakukan pendalaman dan pemeriksaan saksi untuk memastikan seluruh prosedur berjalan sesuai ketentuan,” tutupnya. (oiq)




