Habib Ismail: Peringatan Isra’ Mi’raj Momen Perwujudan Rasa Syukur Kepada Allah SWT

PALANGKA RAYA, Kalteng.co – Salah satu tokoh agama Kalteng Habib Ismail Bin Yahya mengemukakan, jika momentum Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW hendaklah dijadikan pembelajaran dan sarana introspeksi diri agar bisa menjadi lebih baik lagi.
Sehingga berbagai problema kehidupan dapat disikapi dengan cara arif dan bijaksana sembari mendekatkan diri kepada Allah SWT, dengan menjalankan perintahnya dan menjauhi segala larangannya.
Sebagaimana kita ketahui, peristiwa Isra Mi’raj berkaitan erat dengan salat lima waktu dimana yang menjadi sejarah dalam peristiwa tersebut berkat Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW mendapatkan perintah menunaikan salat lima waktu dalam sehari semalam.
“Untuk itu marilah kita tanamkan niat untuk selalu melaksanakan sholat lima waktu, berdoa, bermunajat dan berserah diri kepada Allah SWT, memohon ampunan dan meminta keberkahan dan petunjuk di setiap permasalahan yang kita hadapi, dan yang paling utama hindari hal-hal yang menghambat diterimanya amal sholeh kita dihadapan Allah SWT,” ujar Habib, Kamis (8/2/2024).
Peringatan Isra’ Mi’raj ini merupakan momen sebagai bentuk perwujudan rasa syukur kepada Allah SWT, yang senantiasa menganugerahkan berbagai nikmat, serta yang paling utama adalah bahwa sikap dan perilaku Nabi Muhammad SAW harus dijadikan suri tauladan bagi semua umat muslim.
Melalui momentum ini pula, hendaknya umat muslim dapat memanfaatkannya untuk terus beristiqomah, mengikat diri terhadap ajaran Islam yang utuh, menyempurnakan akhlak dengan menjabarkan, menterjemahkan, merespon pesan dan nilai Islam kedalam seluruh aspek kehidupan.
“Kalau ingin hidup tenang dan sukses, maka jangan sekalipun pernah tinggalkan salat, karena merupakan tiang agama. Teruslah membaca salawat agar hidup lebih bermakna dan mendapat ketenangan serta berkah dari Allah SWT,” pesan mantan Wakil Gubernur Kalteng ini.
Lebih lanjut dijelaskan Habib, jika peristiwa Isra Mi’raj mengandung hikmah yang selalu relevan dengan kehidupan dalam keadaan dan masa apapun.
“Peristiwa Isra’ Mi’raj mengandung hikmah yang selalu relevan dengan kehidupan dalam keadaan dan masa apapun, dimana setiap umat dan masyarakat dari suatu bangsa, mendambakan kemajuan, perdamaian, kesejahteraan dan kebahagiaan. Implementasi nilai-nilai agama yang mengandung kejujuran, ketaatan, kepatuhan, kedisiplinan, ketenangan dan kebersamaan akan membawa pada situasi dan kondisi ‘Baldatun Toyyibatun Warrobbun Ghafur’,” bebernya.
Dengan introspeksi diri sambung Habib, manusia dapat menyikapi setiap perubahan dalam hidup dengan baik dan dapat berkomunikasi dengan sang pencipta dengan melakukan ibadah yang diwajibkannya yaitu sholat lima waktu sehari semalam.
“Semoga dengan memperingati Isra’ Mi’raj kita dapat meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT agar kita tidak lepas kendali,” tutup pria yang saat ini terdaftar sebagai Caleg DPR RI dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Daerah Pemilihan (Dapil) Kalteng, Nomor urut 1 ini. (pra)



