BeritaNASIONALPENDIDIKANUtama

Hanya 38 Persen Lulusan SMA Sederajat Lanjut Kuliah

Masih Ada Sejumlah Titik Yang Belum Terjangkau Internet

Kemudian biaya kuliah di UT relatif terjangkau. Selain itu masyarakat juga tidak perlu keluar biaya untuk kos. “Saya juga alumni UT,” katanya.
Meskipun begitu Bamsoet mengatakan penyelenggaraan kuliah jarak jauh berbasis internet belum sepenuhnya bisa di rasakan seluruh masyarakat Indonesia.

Sebab masih ada sejumlah titik yang belum terjangkau internet. Untuk itu ia berharap pemerintah bersama mitra swasta dapat memperluas jangkauan internet tersebut.

Bamsoet mengingatkan konstitusi mengamanatkan bahwa pendidikan adalah hak masyarakat Indonesia. “Negara memiliki tugas mencerdaskan kehidupan bangsa,” jelasnya.

Menurutnya, menyambut puncak bonus demografi 2045 mendatang, SDM unggul adalah tumpuan pembangunan nasional. Akses kuliah yang terbuka luas, salah satu cara meningkatkan kualitas SDM.

Dalam kesempatan yang sama Rektor UT Ojat Darojat mengatakan sudah waktunya Indonesia meningkatkan kebijakan wajib belajar. “Sudah saatnya wajib belajar itu sampai jenjang pendidikan tinggi. Jadi wajib kuliah,” tuturnya.

Ojat mengatakan kampus yang dia pimpin bisa ikut mewujudkan wajib belajar sampai pendidikan tinggi. Caranya dengan menyediakan beasiswa atau menggratiskan biaya kuliah. Seperti saat ini UT yang memberikan beasiswa penuh kepada seluruh mahasiswa tuna netra. Jumlahnya sekitar 60 orang.

Ia mengatakan biaya operasional UT setiap tahun sekitar Rp 1,5 triliun. Jika pemerintah dan pihak swasta bisa menyediakan biaya tersebut, maka kuliah di UT sepenuhnya gratis. Dengan kepasitas jumlah mahasiswa yang di tampung bisa sampai satu juta orang. (tur)

Laman sebelumnya 1 2

Related Articles

Back to top button