Hasil Survei Rektor UPR : Responden Mengedepankan Meritokrasi dalam Pemilihan

PALANGKA RAYA, Kalteng.co – Pemilihan Rektor Universitas Palangka Raya (UPR) bakal dilaksanakan sebentar lagi. Hasil survei In Depth Politics menyebut, bahwa mahasiswa UPR mengungkap preferensi kuat terhadap calon figur rektor yang berintegritas tinggi dan memiliki kapasitas akademik mumpuni.
Ketua Tim Survei In Depth Politics, Roby Krystianto mengatakan, responden mahasiswa cenderung bersifat terbuka dan meritokratis dalam hal asal-usul kedaerahan, sebanyak 88,32% responden menyatakan kurang relevan jika Rektor harus berasal dari lokal daerah.
“Namun, mereka tetap menginginkan figur dari internal kampus dengan persentase mencapai 80,45 persen,” katanya, Senin (20/4/2026). Ia menjelaskan, survei ini melibatkan 1.035 responden dari total populasi 14.993 mahasiswa yang tersebar di delapan fakultas UPR.
Penelitian dilakukan menggunakan metode stratified random sampling dengan margin of error sekitar 3 persen dan tingkat kepercayaan 95 persen. “Kami memastikan sampel representatif dari seluruh fakultas, sehingga hasil ini dapat menggambarkan preferensi mayoritas mahasiswa UPR,” ujarnya.
Dari hasil temuan, aspek integritas menjadi faktor paling dominan. Sebanyak 95,10 persen responden menilai rekam jejak bebas korupsi, kolusi, nepotisme (KKN), dan plagiarisme sebagai syarat utama calon rektor.
“Selain itu, latar belakang akademik juga menjadi perhatian serius. Sebanyak 95,32 persen responden menginginkan rektor berasal dari kalangan profesor atau guru besar,” bebernya.
Dalam aspek akademik dan kemahasiswaan, mahasiswa menaruh harapan besar pada rektor yang mampu memfasilitasi pengembangan kompetensi. Sekitar 70,11 persen responden menilai hal tersebut sangat penting, termasuk dukungan terhadap riset, pengabdian, dan jejaring nasional maupun internasional.
“Tak hanya itu, kebutuhan akan dukungan hibah bagi dosen dan mahasiswa juga menjadi perhatian. Sebanyak 72,46 persen mahasiswa menilai kebijakan tersebut sangat di butuhkan guna mendorong peningkatan kualitas akademik di lingkungan kampus,” katanya.
Di sisi lain, mahasiswa juga menyoroti pentingnya peningkatan sarana dan prasarana. Data menunjukkan 78,21 persen responden menempatkan infrastruktur sebagai prioritas utama yang harus di benahi oleh rektor terpilih nantinya.
Dalam hal komunikasi, mahasiswa menginginkan pola interaksi yang lebih terbuka dan modern. Sebanyak 96,18 persen responden menganggap forum diskusi terbuka atau town hall sangat penting, sementara 67,43 persen lebih menyukai komunikasi melalui media sosial.
“Hasil survei ini di harapkan menjadi bahan pertimbangan bagi para calon rektor dalam merumuskan visi dan misi. Survei ini bukan hanya memotret preferensi mahasiswa, tetapi juga menjadi masukan strategis bagi pemangku kepentingan dalam menentukan arah kepemimpinan UPR ke depan,” pungkasnya. (oiq/aza)



