BeritaFAMILYLife StyleMETROPOLIS

Hidup Bukan Perlombaan: Alasan Mengapa Anda Tidak Seburuk yang Anda Pikirkan

KALTENG.CO-Pernahkah Anda bangun di pagi hari, membuka media sosial, dan tiba-tiba merasa sesak? Melihat teman sebaya mengunggah foto pernikahan, pamer promosi jabatan, hingga kunci rumah baru, sementara Anda merasa masih “jalan di tempat”.

Perasaan “aku tertinggal” ini sering kali muncul tanpa diundang, menciptakan kecemasan yang melelahkan.

Namun, psikologi memiliki sudut pandang menarik: perasaan tertinggal jarang sekali disebabkan oleh kegagalan yang nyata. Sebaliknya, hal itu muncul karena cara kita mendefinisikan kesuksesan menggunakan alat ukur yang salah—sering kali terlalu sempit dan tidak relevan dengan realitas pribadi kita.

Melansir dari Geediting (27/1/2026), berikut adalah 8 metrik kesuksesan keliru yang paling sering menjebak orang-orang sehingga mereka merasa gagal, padahal sebenarnya tidak.

1. Kecepatan sebagai Ukuran Pencapaian

Banyak dari kita terjebak pada narasi bahwa “sukses harus terjadi di usia 20-an atau 30-an”. Padahal, hidup bukanlah perlombaan lari. Menggunakan kecepatan orang lain sebagai patokan hanya akan membuat Anda mengabaikan proses pendewasaan unik yang sedang Anda jalani.

2. Akumulasi Kekayaan Materi

Memiliki rumah mewah atau mobil terbaru sering dianggap sebagai puncak kesuksesan. Namun, psikologi menunjukkan bahwa materi adalah kepuasan sementara. Jika Anda merasa tertinggal hanya karena saldo bank belum sebesar orang lain, Anda mungkin sedang mengabaikan kekayaan lain seperti kesehatan mental dan waktu luang.

3. Validasi dan Pengakuan Sosial

Apakah Anda merasa sukses hanya jika orang lain memuji Anda? Bergantung pada jumlah “likes” atau pengakuan dari atasan adalah metrik yang rapuh. Orang yang merasa tertinggal sering kali lupa bahwa kepuasan internal jauh lebih stabil daripada tepuk tangan orang lain.

4. Status Hubungan (Pernikahan)

Melihat teman menikah atau memiliki anak sering memicu perasaan “kalah”. Padahal, status hubungan bukanlah indikator kualitas hidup. Menjadi lajang yang bahagia dan bertumbuh jauh lebih sukses daripada berada dalam hubungan yang tidak sehat hanya demi memenuhi standar sosial.

5. Jabatan dan Gengsi Pekerjaan

Banyak orang merasa gagal karena tidak memiliki gelar mentereng di kartu nama mereka. Padahal, kesuksesan profesional yang sesungguhnya adalah ketika pekerjaan Anda memberikan makna dan keseimbangan hidup, bukan sekadar nama besar di perusahaan.

6. Penampilan Fisik dan Awet Muda

Di dunia yang memuja kecantikan fisik, penuaan sering dianggap sebagai kegagalan. Jika Anda mengukur harga diri berdasarkan penampilan, Anda akan selalu merasa tertinggal dari waktu yang terus berjalan.

7. Jumlah Pengalaman “Keliling Dunia”

Media sosial membuat traveling terlihat seperti kewajiban untuk dianggap sukses. Padahal, melihat dunia luar tidak selalu berarti Anda memahami diri sendiri. Kedamaian di rumah sendiri sering kali merupakan bentuk kesuksesan yang lebih besar daripada berpindah-pindah tempat namun merasa kosong.

8. Menghindari Kegagalan Sama Sekali

Metrik yang paling salah adalah menganggap sukses berarti tidak pernah gagal. Justru, orang-orang yang paling “maju” adalah mereka yang memiliki daftar kegagalan panjang namun tetap bangkit. Menghindari risiko demi keamanan bukanlah sukses, itu adalah stagnasi.

Mengubah Cara Anda Mengukur Hidup

Perasaan tertinggal adalah sinyal bahwa Anda perlu mengganti “penggaris” yang Anda gunakan untuk mengukur diri sendiri. Kesuksesan yang sejati bersifat personal, bukan universal.

Berhentilah membandingkan halaman pertama buku Anda dengan bab terakhir buku orang lain. Jika Anda masih bernapas, terus belajar, dan mampu berbuat baik hari ini, Anda sebenarnya sedang melaju di jalur yang tepat—jalur Anda sendiri. (*/tur)

Related Articles

Back to top button