Hingga November 2022, Rasio Elektrifikasi Kalsel Capai 99,99 Persen dan Kalteng 98,96 Persen

Masuknya listrik ke Desa Sangal disambut antusias oleh warga masyarakat, pasalnya mereka tak perlu lagi menghidupkan genset dan dapat menghemat biaya bahan bakar genset hingga Rp.600ribu per bulan.
“Alhamdulillah, sejak listrik PLN masuk, warga tidak perlu menghidupkan genset, tidak ada lagi raungan mesin dimalam hari, dan kami dapat merasakan bagaimana terang dimalam hari,” ungkap Yandi

Kerja keras PLN juga telah berhasil mengembangkan senyum sumringah warga desa Patikalain di Kaki Gunung Meratus, Kabupaten Hulu Sungai, Kalsel. PLN membangun jaringan sepanjang 10,6 Kilo Meter Sirkuit (KMS) yang terdiri dari 8,35 Jaringan Tegangan Menengah (JTM) dan 2,25 Jaringan Tegangan Rendah (JTR), serta 3 Trafo Distribusi dengan total daya sebesar 150 Kilo Volt Ampere (KVA).
Salah satu kebahagiaan Sriyani (46) warga desa Patikalain adalah dengan adanya listrik selama 24 jam penuh adalah bertambahnya waktu belajar bagi anaknya. “Sekarang anak-anak tak takut belajar malam hari, karena sudah ada listrik. Terima kasih untuk PLN dan pemerintah,” jelasnya.
General Manager PT PLN (Persero) UID Kalselteng, Muhammad Joharifin mengatakan, banyak tantangan dalam melistriki hingga ke pelosok negeri.
“Medan yang berat dengan tekstur bergunung-gunung, kalau mau bawa tiang listrik saja harus nyebur, dilarutkan melalui sungai lalu digotong ke atas bukit oleh petugas pelaksana. Seberat apapun medan harus bisa kita taklukan agar desa-desa di Kalsel dan Kalteng terang benderang,” tuturnya.



