KALTENG.CO-Ketegangan menjelang UFC 322 di Madison Square Garden mencapai puncaknya. Duel utama antara juara kelas ringan, Islam Makhachev, dan penguasa kelas welter, Jack Della Maddalena (JDM), hanya tinggal menghitung jam.
Sorotan publik mayoritas tertuju pada ambisi Makhachev untuk mencetak sejarah sebagai juara dua divisi UFC, namun legenda hidup dan mentornya, Khabib Nurmagomedov, justru melontarkan peringatan keras.
Khabib menegaskan bahwa JDM bukanlah sekadar lawan biasa. Ia adalah “ancaman terberat” yang harus dihadapi Makhachev untuk mewujudkan mimpinya.
🎯 Mengejar Legasi Dua Divisi: Mimpi Emas Makhachev
Pertarungan ini memiliki taruhan legasi yang sangat tinggi. Makhachev, yang kini berada di puncak performa kelas ringan, turun gelanggang untuk merebut sabuk welter.
Jika ia berhasil, Makhachev akan menjadi petarung ke-12 dalam sejarah UFC yang mampu menaklukkan dua divisi berbeda—sebuah pencapaian elite yang akan mengukuhkan namanya di jajaran teratas. Tak heran, pembicaraan mengenai warisan atau legasi sang petarung Dagestan ini menjadi topik utama di kalangan penggemar tarung bebas.
🛡️ JDM: Ancaman Nyata yang Diremehkan Publik
Di tengah hype besar yang mengelilingi Makhachev, Khabib Nurmagomedov, yang sudah diabadikan di UFC Hall of Fame, tampil untuk meredam euforia. Ia menekankan bahwa JDM membawa bahaya yang sering diremehkan publik.
“Islam berada di puncak performanya dalam lima tahun terakhir, dia adalah juara di kelas ringan, dan telah lama menjadi penantang,” kata Khabib kepada MMA Fighting. “Orang-orang mengenal Islam dalam lima tahun terakhir, di puncak performanya.”
Namun, ia membandingkan sorotan itu dengan kondisi lawannya:
“Tapi JDM, dia baru saja memenangkan pertarungan terbesar dalam hidupnya melawan Belal [Muhammad], dan orang-orang tidak mengenalnya,” ujar Khabib.
Khabib menggarisbawahi bahwa JDM berada dalam momen terbaik kariernya dan memiliki ketangguhan yang sering luput dari perhatian. “Cara dia menunjukkan kemampuannya, saya pikir dia adalah lawan yang sangat, sangat tangguh bagi kami,” tegasnya.
Persiapan Super Intensif Tim Dagestan
Mendalami ancaman ini, Tim Dagestan telah mempersiapkan diri dengan super intensif. Khabib memastikan bahwa mereka tidak menganggap remeh JDM sedikit pun.
“Itulah mengapa kami berlatih begitu keras. Kemarin adalah 11 minggu latihan yang sangat berat, Islam siap bertarung,” ungkapnya.
Rasa hormat penuh ditunjukkan tim Makhachev terhadap kemampuan JDM. “Kami mengharapkan pertarungan yang sangat berat melawan JDM, dan kami menghormatinya, dan kami tahu dia adalah orang yang tangguh,” lanjut Khabib.
💪 Transisi Kelas Welter yang Sempurna
Khabib juga menepis keraguan mengenai transisi berat badan Makhachev. Saat penimbangan resmi, Makhachev berhasil memenuhi batas kelas welter dengan sempurna (170 pon atau 77,1 kg), menunjukkan persiapan fisik yang terukur.
Rencana naik kelas ini, menurut Khabib, sudah dipikirkan jauh-jauh hari. “Dia mempersiapkan diri untuk pertarungan ini untuk pindah ke kelas welter setelah dia menyelesaikan pertarungannya pada Januari,” jelas Khabib.
Selama enam hingga tujuh bulan terakhir, Makhachev perlahan menambah massa tubuh melalui latihan angkat beban, namun tanpa mengorbankan kecepatan dan ketangkasannya. “Dia sedikit menambah berat badan, tapi dia tidak pernah melebihi 200 pon, tidak, tidak pernah,” imbuh Khabib.
Transisi ini dirancang agar tidak ada celah fisik yang bisa dimanfaatkan JDM.
💥 Grappling vs. Striking: Pertarungan Dua Gaya
Di face-off terakhir, Makhachev memancarkan ketenangan dan kepercayaan diri tinggi. “Satu hari menuju mimpi saya. Pertarungan terbesar dalam hidup saya. Saya siap,” katanya, sebelum menutup dengan pesan singkat, “Terima kasih semuanya, sampai jumpa besok, Insyaallah.”
UFC 322 akan menjadi panggung pertarungan dua gaya yang sangat kontras:
- Islam Makhachev: Membawa keahlian grappling kelas dunia khas Dagestan.
- Jack Della Maddalena: Mengandalkan striking tajam dan kekuatan KO yang membuatnya menjadi juara kelas welter.
Duel ini diprediksi menjadi salah satu event terbesar tahun 2025. Namun, di balik semua gemuruh sejarah yang menanti, pesan Khabib Nurmagomedov berdiri paling lantang: Jangan meremehkan Jack Della Maddalena.
Bagi Islam Makhachev, untuk mengukir namanya sebagai petarung terbaik sepanjang masa, ia harus terlebih dahulu melewati ujian terberat yang telah diperingatkan oleh sang mentor.
Malam ini di Madison Square Garden, mimpi itu akan diuji oleh realitas ancaman yang bernama JDM. (*/tur)




