
KALTENG.CO-Nama Putu Ekayana kini semakin harum di telinga pecinta sepak bola tanah air. Sebagai bek tengah muda berbakat, ia bukan sekadar penghalau serangan lawan, melainkan sosok pemimpin yang dipercaya mengemban amanah sebagai kapten Timnas Indonesia U-17 dalam ajang Piala AFF U-17 2026.
Penunjukan Putu sebagai kapten bukanlah sebuah kebetulan. Di bawah asuhan pelatih Kurniawan Dwi Yulianto, Putu bertransformasi menjadi pilar pertahanan yang tenang namun mematikan dalam membaca pergerakan lawan.
Perjalanan dari Akademi Menuju Skuad Garuda
Kepercayaan yang didapat Putu saat ini adalah buah dari proses panjang di level pembinaan. Ia mengawali kariernya melalui sistem akademi yang disiplin, membuktikan bahwa jalur akar rumput tetap menjadi fondasi paling sahih bagi masa depan sepak bola Indonesia.
Di lapangan, ia dikenal memiliki tiga karakteristik utama:
Ketenangan: Tidak mudah panik saat menghadapi tekanan tinggi (pressing).
Disiplin Posisi: Memiliki penempatan posisi yang membuat penyerang lawan sulit menembus kotak penalti.
Vokal: Meskipun dikenal pendiam di luar lapangan, Putu adalah dirigen yang vokal dalam mengorganisasi lini belakang.
Melanjutkan Estafet “Tembok Bali” di Timnas
Menariknya, munculnya Putu Ekayana mempertegas fenomena Bali sebagai produsen bek tengah berkualitas sekaligus pemimpin tim. Putu kini disebut-sebut mengikuti jejak sukses Putu Panji dan Kadek Arel—dua nama yang sebelumnya telah membuktikan ketangguhan mental pemain asal Pulau Dewata di level Timnas kelompok usia.
Regenerasi bek asal Bali ini menunjukkan bahwa pola pembinaan di daerah tersebut sangat matang, terutama dalam membentuk pemain yang kuat secara teknik dan stabil secara psikologis.
Peran Krusial dalam Strategi Kurniawan Dwi Yulianto
Di tangan Kurniawan Dwi Yulianto, peran Putu tidak hanya terbatas pada tugas defensif. Ia sering menjadi titik awal dimulainya serangan (build-up play). Kemampuannya mendistribusikan bola membuat transisi permainan Timnas U-17 terlihat lebih rapi dan terstruktur.
Komunikasi yang baik antara Putu dengan rekan setimnya di lini belakang memastikan organisasi pertahanan tetap solid, bahkan saat menghadapi skema serangan balik cepat.
Tetap Rendah Hati di Tengah Sorotan
Meski kini menjadi sorotan dan dianggap sebagai wonderkid potensial, Putu Ekayana tetap menunjukkan sikap membumi. Ia menyadari bahwa perjalanannya masih berada di tahap awal. Fokusnya saat ini adalah terus belajar dan menjaga konsistensi agar bisa menembus level senior di masa depan.
Ujian terdekat bagi sang kapten adalah membawa Garuda Muda tampil konsisten di ajang Piala AFF U-17 2026, termasuk dalam laga-laga krusial yang penuh gengsi. (*/tur)



