Jangan Ada Penyimpangan Dalam Pengerjaan Proyek

RAPAT : Ketua DPRD Barsel Ir. HM.Farid Yusran MM, saat memimpin rapat koordinasi dengan eksekutif. NER/KALTENG POS

BUNTOK, Kalteng.co – Dalam pengerjaan proyek pembangunan daerah Kabupaten Barsel tahun 2021 diminta jangan ada sedikitpun terjadinya penyimpangan.

“Sebab jika ada sedikit saja penyimpangan yang dilakukan para rekanan dalam melaksanakan kegiatannya, maka akan ada sangsi atau tindakan tegas diberikan,”kata Ensilawatika Wijaya SE, Rabu (13/10/2021).

Ensilawatika Wijaya mengatakan, supaya tidak ada terjadinya penyimpangan dari kegiatan pengerjaan proyek di tahun 2021, hendaknya peran dari Pemerintah Daerah Barsel melalui instansi terkait untuk lebih intensif lagi dalam hal pengawasan.

“Dengan adanya pengawasan yang maksimal, diyakini penyimpangan-penyimpangan dari kegiatan pengerjaan proyek tidak bakal terjadi,”katanya.

Politisi dari PDIP Barsel itu berharap, selain pengawasan dilakukan Pemerintah Daerah Barsel melalui instansi terkait, peran dari media sebagai fungsi kontrol dan mitra dari kinerja pemerintah daerah pun terus diharapkan.

Baca Juga:  Jakarta Tuan Rumah Formula E 2022, Berdasarkan Keputusan FIA World Motor Sport Council

“Karena terkadang kawan-kawan yang berprofesi sebagai jurnalistik yang lebih dulu tahu jika ada penyimpangan dari kegiatan pengerjaan proyek atau kasus-kasus yang terjadi di kabupaten Barsel,”ungkapnya.

Diungkapkannya, mengapa pengawasan terhadap kegiatan pengerjaan proyek di tahun 2021 lebih peketat, disebakan di tahun-tahun sebelumnya begitu banyak terjadinya penyimpangan, sehingga dianggap merugikan dan menghambat lajunya roda pembangunan di daerah itu.

Baca Juga:  Oknum Kades Diduga Selewengkan DD 2019-2020 di Barsel

“Buktinya saja banyak ditemukan sejumlah proyek pembangunan yang asal-asalan, sehingga hasilnya pun jauh dari apa yang diharapkan,” terangnya.

Kepada lembaga selaku penegak hukum, tambah dia, jika di tahun 2021 ada ditemukan kegiatan proyek yang dianggap menyimpang dan tidak sesuai aturan ditetapkan, diminta untuk ditindak sesuai prosedur.

“Karena bila ada penyimpangan, itu membuktikan bahwa si rekanan yang melaksanakan kegiatan dari pengerjaan proyek itu hanya ingin mementingkan dirinya sendiri, tanpa memperdulikan apa yang harus diperbuatnya untuk kemajuan Barsel,” pintanya.(ner)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *