Jejak Pelarian Suparno Berakhir: Aktor Utama Pembantai Satu Keluarga di Muara Teweh Ditangkap

MUARA TEWEH, Kalteng.co-Pelarian panjang Suparno alias Mano (45), salah satu tersangka utama dalam kasus pembunuhan sadis satu keluarga di wilayah perbatasan Kalimantan Tengah dan Kalimantan Timur, akhirnya menemui titik buntu.
Setelah sempat buron dan masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO), “sang eksekutor” ini berhasil diringkus pihak kepolisian di tempat persembunyiannya.
Penangkapan Mano menjadi angin segar bagi penuntasan kasus yang sempat menggegerkan warga di lintas provinsi tersebut. Berikut adalah kronologi dan fakta terbaru terkait penangkapan sang pelaku.
Bersembunyi di Tengah Belukar Kutai Timur
Tim gabungan dari Polres Barito Utara dengan dukungan penuh Polres Kutai Timur dan Polsek Kombeng berhasil mengendus keberadaan pelaku pada Selasa (28/4/2026) sore.
Mano ditemukan sedang bersembunyi di sebuah pondok terpencil yang dikelilingi lahan belukar di wilayah Kutai Timur. Meski dikenal sadis dalam aksinya, pria paruh baya ini tidak berkutik saat dikepung petugas.
“Yang bersangkutan kami amankan tanpa perlawanan,” ujar Kasat Reskrim Polres Barito Utara, Ricky Hermawan, mewakili Kapolres Singgih Febyanto, Jumat (1/5/2026).
Rute Pelarian Lintas Provinsi
Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, terungkap bahwa Mano melakukan pelarian yang cukup panjang untuk mengecoh petugas. Strategi pelariannya meliputi beberapa tahap:
Kutai Barat: Usai melakukan pembunuhan, pelaku melarikan diri menggunakan sepeda motor menuju Kutai Barat.
Samarinda: Di Kutai Barat, ia menjual motor tersebut untuk mendapatkan modal pelarian. Ia kemudian melanjutkan perjalanan ke Samarinda menggunakan jasa travel.
Kutai Timur: Dari Samarinda, ia bergerak menuju Kutai Timur hingga akhirnya menetap di sebuah pondok di area perkebunan/belukar.
Selama masa pelarian tersebut, Mano mengaku telah membuang senjata api rakitan yang digunakannya ke sungai. Namun, sebilah senjata tajam jenis mandau tetap ia bawa hingga hari penangkapannya.
Pengakuan Keji: Eksekusi Tiga Nyawa
Dalam interogasi awal, fakta mengerikan mulai terkuak. Mano mengakui peran vitalnya sebagai eksekutor utama dalam tragedi berdarah tersebut. Ia mengaku secara langsung menghabisi tiga orang korban. Sementara itu, satu korban dewasa lainnya dieksekusi oleh tersangka lain.
Meski demikian, masih ada misteri yang belum terpecahkan sepenuhnya, yakni terkait kematian korban yang masih anak-anak.
“Untuk korban anak masih kami dalami, karena hingga saat ini belum ada pelaku yang mengakui secara jelas siapa yang mengeksekusinya,” tegas Ricky Hermawan.
Proses Hukum Menanti
Saat ini, Suparno alias Mano telah dibawa dan diamankan di Mapolres Barito Utara. Pihak kepolisian terus melakukan pendalaman untuk mencocokkan keterangan pelaku dengan bukti-bukti di lapangan, serta memburu kemungkinan adanya keterlibatan pihak lain.
Kasus pembunuhan satu keluarga ini menjadi pengingat kelam akan pentingnya keamanan di wilayah perbatasan. Dengan tertangkapnya Mano, masyarakat berharap keadilan dapat ditegakkan seadil-adilnya bagi para korban yang kehilangan nyawa secara tragis. (oiq)




