Kadislutkan Kalteng: Ikan Salah Satu Sumber Ketahanan Pangan

Dalam RJPMD 2021-2026 Pemprov Kalteng Berkomitmen Melalui Regulasi
Di harapkan dengan keberhasilan program dapat berpengaruh pada ketersediaan ikan, akses (fisik dan ekonomi) untuk mendapatkan ikan dan penyerapan meningkat. Menurutnya, ketersediaan pangan menjadi isu dunia yang harus di sikapi di tengah pandemi Covid-19. Seperti ledakan penduduk, perang Ukraina dan perekonomian global yang tidak menentu. Hal inilah membuat Gubernur Kalteng H Sugianto Sabran mendorong seluruh jajaran Pemprov Kalteng agar dapat bersinergi dalam menjawab isu tersebut.
Darliansjah juga menyampaikan, berdasarka tren yang berkembang, angka produksi perikanan Kalteng dari tahun ke tahun meningkat 33,29 %. Dan pada tahun 2021 produksi perikanan mencapai 272.447,12 ton. Begitu juga Angka Konsumsi Ikan (AKI) yang meningkat rata-rata 3,99 % dan pada tahun 2021 mencapai 55,51 % lebih baik dari AKI Nasional 55,37 %. Prevalensi stunting pun cenderung menurun menjadi 24,40 % yang semula di mana pada tahun 2019, angka stunting Kalteng 30,80 %.

“Gubernur menegaskan. Dalam RJPMD 2021-2026 Pemprov Kalteng berkomitmen melalui regulasi, anggaran dan program/kegiatan yang fokus untuk mewujudkan ikan sebagai bagian dari ketahanan pangan dan menurunkan prevalensi stunting di Kalteng,” ujar Darliansjah.
Adanya Regulasi Daerah dalam melaksanakan strategi secara masif melalui sosialisasi tentang kesehatan keluarga melalui gerakan memasyarakatkan makan ikan (Gemarikan) kearifan lokal. Edukasi tentang pentingnya protein ikan bagi tubuh dan intervensi pemerintah dan pihak terkait dalam mengatasi prevalensi stunting.
“Saya berharap dukungan dari semua pihak. Baik pusat, daerah dan seluruh pemangku kepentingan dapat menjadikan Provinsi Kalteng. Sebagai Lumbung Ketahanan Pangan dengan menyediakan ikan yang aman dan menyehatkan,” pungkasnya. (pra)



