BeritaUtama

Kisah Risa, Pasien Gagal Ginjal yang Kembali Bugar dengan Terapi

Saat itu, dia merasa mulai sesak napas, gatal, tidak bisa tidur. Lalu, Sabtu malam, Risa tak sadarkan diri. Dia dibawa ke rumah sakit dan dirujuk ke Rumah Sakit Dirgahayu Samarinda.

Dia ditransfusi dan dirawat empat hari. Ketika Risa bersiap pulang setelah dirawat, dokter memanggilnya. Si dokter berkata hal yang tak pernah dia sangka. Risa didiagnosis menderita gagal ginjal stadium akhir. Bukan anemia yang selama ini dia kira.

“Kaget sekali. Saya baru nikah enam bulan, di usia 25 tahun. Saya kaget banget. Enggak mau ketemu orang. Satu bulan enggak mau ngapa-ngapain. Saya harus cuci darah, tapi saya enggak mau. Saya mau herbal saja. Daun seledri, apa segala macam dicoba semuanya. Bukannya baik, malah memburuk. Akhirnya saya menyerah, dan cuci darah,” kisah perempuan kelahiran Sebulu, Kutai Kartanegara, 21 Agustus 1994 tersebut.

Awalnya Risa berpikir cuci darah itu antara hidup dan mati. Namun, sang suami, Lutfi, terus menyemangati.Akhirnya, saat masuk ruangan hemodialisa, ternyata Risa tak sendirian. Banyak pasien seperti dia. Mertua yang menemaninya pun selalu menenangkan.

Laman sebelumnya 1 2 3 4 5 6 7Laman berikutnya

Related Articles

Back to top button