BeritaUtama

Kisah Risa, Pasien Gagal Ginjal yang Kembali Bugar dengan Terapi

“Seminggu dua kali cuci darah, karena sudah stage lima. Terasanya sebentar saja. saya enggak tahan minum. Dokter suruh diet makan, minum, buah, sayur, namanya saya enggak tahan. Jadi tetap minum. Dampaknya bengkak-bengkak,” ungkapnya.

Risa pun sempat tak sadarkan diri dan masuk ICCU. Setelah itu, dia pun rutin cuci darah. Lalu, pada November 2019, Risa yang tinggal di Tenggarong, harus mendapat rujukan untuk melakukan prosedur cimino ke Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Wahab Sjahranie (RSUD AWS) Samarinda.

Cimino adalah prosedur operasi kecil untuk menghubungkan salah satu pembuluh darah arteri dengan pembuluh darah vena. Prosedur ini bertujuan membuat akses pembuluh darah guna keperluan cuci darah.Saat itu, ketika bersiap bakal operasi keesokan harinya, Risa bertemu dengan dokter Astried Indrasari. Dokter spesialis penyakit dalam, dengan tambahan gelar sub-spesialis KGH yang artinya konsultan ginjal hipertensi.

Dokter yang bertugas di RSUD AWS itu adalah satu-satunya KGH di Kaltim. Ketika memeriksa Risa, dokter Astried menanyakan mengapa Risa tak ingin mencoba continuous ambulatory peritoneal dialysis (CAPD). Risa pun enggan, karena merasa tak pernah dengar istilah itu.

Laman sebelumnya 1 2 3 4 5 6 7Laman berikutnya

Related Articles

Back to top button