Larangan ODOL Melintasi Jalan Negara Didukung

Larangan ODOL
Sekretaris Komisi IV DPRD Kalteng Tomy Irawan Diran

PALANGKA RAYA, Kalteng.co – Larangan ODOL melintasi jalan negara didukung DPRD Kalteng. Sekretaris Komisi IV DPRD setempat yang juga Anggota Pansus RPJMD 2021-2026, Tomy Irawan Diran mengapresiasi langkah Pemprov Kalteng tersebut.

Pasalnya kata Tomy, angkutan ODOL telah banyak memberikan dampak negatif serta kerugian untuk negara. Diantaranya seperti kerusakan jalan, dimana pemerintah telah banyak mengeluarkan anggaran untuk memperbaikinya.

“Angkutan yang over kapasitas sudah seharusnya ditindak tegas. Penindakan juga harus dilalukan secara bersama-sama, baik Pemprov Kalteng, Pemerintah Kabupaten/Kota serta aparat penegak hukum,” ucap legislator yang membidangi Pembangunan dan infrastruktur ini, Kamis (23/9/2021).

Baca Juga:  Ingatkan Tetap Semangat dan Disiplin Prokes

Ketua Fraksi Gabungan P4H meliputi PAN, PPP, Perindo, PKS dan Hanura ini menyayangkan, masih banyaknya angkutan ODOL atau angkutan melebihi tonase melintasi ruas jalan di Kalteng. Ditambah adanya angkutan kayu log turut melintasi jalan tersebut, memungkinkan jalan semakin rusak.

“Hal ini tidak boleh terulang, karena apabila itu masih terjadi, kerusakan jalan justru akan semakin parah, pemerintah akan mengelurkan anggaran lagi. Melalui rapat RPJMD Kalteng tahun 2021 – 2026, saya mengingatkan agar hal ini mendapat perhatian dari dinas/instansi terkait. Karena itu, larangan ODOL perlu dilaksanakan,” harapnya.

Baca Juga:  Sampah Terbakar, Dua Mobil PT Telkom Nyaris Ludes

Politikus PAN Kalteng ini meminta, angkutan kayu log yang melintasi jalan negara segera dihentikan. Karena, dalam ketentuan dan peraturan, angkutan kayu log tidak boleh melintasi jalan negara.

“Kami minta angkutan kayu log yang melintasi jalan negara segera dihentikan. Pemerintah daerah hingga pusat harus segera bertindak untuk mengusut tuntas pengangkutan kayu log yang melintasi jalan negara, karena ini sangat berdampak terhadap kerusakan jalan dan juga keselamatan pengguna jalan. Jangan sampai terkesan ada pembiaran,” tutup Tomy seraya mengatakan, larangan ODOL perlu segera dilaksanakan. (pra)