BeritaLife StyleMETROPOLIS

Melawan Fenomena Phubbing: Mengapa Kontak Mata Jadi “Kekuatan Super” di Era Digital?

KALTENG.CO-Di era layar sentuh dan notifikasi yang tak henti-hentinya mendistraksi, perhatian kita menjadi komoditas yang mahal.

Pernahkah Anda merasa sedang berbicara dengan seseorang, namun mata mereka terus melirik ke arah ponsel? Fenomena phubbing ini membuat kebiasaan sederhana seperti kontak mata terasa semakin langka.

Padahal, menurut psikologi, kontak mata bukan sekadar masalah sopan santun. Ia adalah jendela menuju kedewasaan emosional dan kehadiran mental seseorang.

Jika Anda masih mampu menatap mata lawan bicara dengan tenang dan penuh perhatian, Anda kemungkinan besar memiliki kualitas kepribadian unggul yang sulit ditemukan di generasi serba digital saat ini.

Dilansir dari Geediting, berikut adalah 9 kualitas yang dimiliki orang yang berani melakukan kontak mata menurut sudut pandang psikologi:

1. Kehadiran Mental yang Penuh (Mindfulness)

Orang yang menatap mata Anda saat bicara menunjukkan bahwa mereka “ada” di sana secara utuh. Mereka tidak sedang memikirkan deadline atau unggahan Instagram terbaru. Kemampuan untuk fokus pada momen saat ini adalah tanda kesehatan mental yang stabil.

2. Kepercayaan Diri yang Otentik

Bukan jenis kepercayaan diri yang sombong atau mengintimidasi, melainkan keyakinan diri yang tenang. Menatap mata orang lain menunjukkan bahwa Anda nyaman dengan diri sendiri dan tidak merasa terancam oleh kehadiran orang lain.

3. Kecerdasan Emosional (EQ) yang Tinggi

Kontak mata memungkinkan Anda menangkap nuansa emosi yang tidak terucap lewat kata-kata. Mereka yang memiliki kualitas ini biasanya lebih empati karena mereka mampu “membaca” perasaan lawan bicaranya melalui pancaran mata.

4. Kejujuran dan Integritas

Secara psikologis, sulit bagi seseorang untuk mempertahankan kontak mata yang stabil saat sedang berbohong. Dengan menatap mata, Anda secara bawah sadar mengirimkan sinyal bahwa Anda tidak menyembunyikan apa pun dan dapat dipercaya.

5. Menghargai Orang Lain

Di dunia yang penuh gangguan, perhatian adalah bentuk tertinggi dari rasa hormat. Saat Anda menatap mata seseorang, Anda memberikan pesan: “Apa yang kamu katakan itu penting bagi saya.”

6. Kematangan Emosional

Menatap mata membutuhkan keberanian untuk menjadi “rentan” dan terlihat. Orang yang menghindari kontak mata sering kali merasa tidak aman atau cemas. Sebaliknya, konsistensi dalam tatapan menunjukkan kematangan dalam menghadapi interaksi sosial yang kompleks.

7. Kemampuan Mendengar Aktif

Menatap mata adalah bagian tak terpisahkan dari active listening. Ini membantu Anda menyerap informasi lebih baik dan memberikan umpan balik yang relevan, sehingga komunikasi berjalan dua arah secara efektif.

8. Ketangguhan Mental

Dibutuhkan kekuatan mental untuk tidak berpaling saat percakapan menjadi serius atau tidak nyaman. Orang yang tetap menjaga kontak mata dalam situasi sulit menunjukkan bahwa mereka memiliki kontrol diri yang baik dan tidak mudah goyah.

9. Aura Kepemimpinan

Para pemimpin besar dikenal karena kemampuan mereka menjalin koneksi lewat tatapan. Kontak mata yang tepat menciptakan wibawa dan karisma, membuat orang lain merasa didengar sekaligus terinspirasi.

Catatan Penting: Kontak mata yang berkualitas bukanlah tatapan kosong yang membuat orang risih, melainkan tatapan yang hangat, penuh minat, dan diselingi dengan ekspresi wajah yang natural.

Jika Anda merasa kesulitan melakukan kontak mata, jangan berkecil hati. Ini adalah keterampilan yang bisa dilatih. Mulailah dengan durasi singkat dan fokuslah pada rasa ingin tahu terhadap cerita lawan bicara Anda.

Di tengah dunia yang semakin terfragmentasi, menjadi orang yang “hadir” sepenuhnya adalah sebuah kekuatan super. (*/tur)

Related Articles

Back to top button