Wujudkan Kota Modern, Bupati Barito Utara Mulai Pelebaran Jalan Muara Teweh Lewat Program Gaspol 11-12

MUARA TEWEH, Kalteng.co-Wajah ibu kota Kabupaten Barito Utara, Muara Teweh, dipastikan akan segera berubah menjadi lebih modern dan tertata. Hal ini menyusul langkah tegas Bupati Barito Utara, H. Shalahuddin, yang secara resmi memulai pengerjaan pelebaran jalan dalam kota sebagai bagian dari program strategis Gaspol 11-12.
Proyek ambisius ini ditandai dengan seremoni groundbreaking atau peletakan batu pertama yang dilaksanakan di halaman Rumah Jabatan Bupati Barito Utara pada Rabu (18/2/2026).

Langkah ini menjadi bukti nyata keseriusan pemerintah daerah dalam mempercepat pembangunan infrastruktur di Bumi Iya Mulik Bengkang Turan.
Ambisi Menyamai Kemajuan Kota di Pulau Jawa
Dalam sambutannya, Bupati H. Shalahuddin menegaskan bahwa Barito Utara tidak boleh kalah saing dengan daerah lain. Beliau memiliki visi besar agar wilayah yang dipimpinnya bisa sejajar dengan kota-kota maju yang ada di Pulau Jawa.
“Sudah pastikan kita menginginkan wilayah kita sama seperti wilayah-wilayah yang sudah maju seperti di Pulau Jawa. Untuk itu, ini perlu keseriusan dari kita membangun Barito Utara,” tegas H. Shalahuddin di hadapan para undangan.
Pelebaran jalan ini bukan sekadar proyek fisik, melainkan simbol kebangkitan ekonomi dan mobilitas masyarakat yang lebih efisien.
Ruas Jalan yang Menjadi Fokus Pelebaran
Kemacetan di beberapa titik produktif di Muara Teweh menjadi alasan utama di balik urgensi program ini. Beberapa ruas jalan utama yang masuk dalam skema pengerjaan meliputi:
- Jalan Yetro Sinseng
- Jalan Tumenggung Surapati
- Jalan Sudirman (Titik rawan kemacetan)
- Jalan Pramuka
Khusus untuk Jalan Sudirman, Bupati menyoroti bahwa kepadatan kendaraan di lokasi tersebut sudah memerlukan solusi konkret melalui perluasan badan jalan guna mengurai kemacetan yang kerap terjadi.
Skema Pengerjaan: Dari Swakelola hingga Lelang
- Shalahuddin menjelaskan bahwa saat ini tahapan pengerjaan sudah masuk dalam proses lelang untuk barang dan jasa. Namun, untuk mempercepat langkah awal, pemerintah menggunakan skema swakelola dalam tahap pembongkaran.
Tahapan Pembongkaran Pagar:
- Aset Pemerintah: Pembongkaran pagar milik instansi pemerintah daerah dilakukan terlebih dahulu.
- Instansi Vertikal: Selanjutnya menyasar area milik instansi vertikal.
- Milik Masyarakat: Tahap akhir akan melibatkan koordinasi dan pengerjaan pada lahan/pagar milik warga.
“Jadi untuk pertama ini akan dilakukan pembongkaran terhadap pagar-pagar milik pemerintahan dengan swakelola,” terangnya.
Dukungan Penuh dari Jajaran Forkopimda
Kegiatan groundbreaking ini dihadiri oleh jajaran pejabat penting Barito Utara yang menunjukkan soliditas dukungan terhadap program Gaspol 11-12. Hadir di antaranya:
- Felix Sonadie Y Tingan (Wakil Bupati Barito Utara)
- Muhlis (Sekretaris Daerah)
- Hj. Henny Rosgiaty (Wakil Ketua II DPRD Barut)
- Letkol Inf Nurwahid (Dandim 1013/MTW)
- Kepala OPD, TP PKK, GOW, serta perwakilan dari Kejari dan Polres Barito Utara.
Di akhir penyampaiannya, Bupati meminta doa restu dan dukungan penuh dari seluruh elemen masyarakat agar proyek strategis ini berjalan lancar tanpa hambatan berarti. Beliau optimis, dengan infrastruktur yang lebih lebar dan mulus, roda perekonomian masyarakat Barito Utara akan berputar lebih cepat. (hms)



