BeritaFAMILYHIBURANMETROPOLIS

Cerita Masa Lalu Marshanda Soal Tragedi Kekasihnya: Jatuh dari Lantai 26 Apartemen

KALTENG.CO-Dua tahun setelah peristiwa tragis, Marshanda akhirnya membuka diri dan membagikan kisah pilu yang selama ini ia simpan rapat.

Dalam sebuah video panjang di kanal YouTube-nya, ia menceritakan momen ketika kekasih bulenya berinisial B, yang juga merupakan calon suaminya, meninggal dunia.

Peristiwa tragis itu terjadi pada awal tahun 2023, di mana B terjatuh dari lantai 26 salah satu apartemen di Jakarta.

Awalnya, Marshanda berniat menyimpan kisah ini untuk dirinya sendiri seumur hidup. Namun, ia merasa kini adalah waktu yang tepat untuk berbagi, menunjukkan betapa dalam luka yang ia rasakan.

Kisah Cinta dan Duka yang Mendalam

Hubungan Marshanda dengan pria bule berusia 37 tahun itu ternyata sangat serius. Mereka telah bersama selama enam bulan, dan B rela pindah dari kota bahkan negara lain ke Jakarta demi bisa bersama Marshanda. Kisah ini membuat duka Marshanda terasa semakin mendalam.

“Itu salah satu titik paling rendah dalam hidup gue,” ujar Marshanda mengenang momen kelam tersebut.

Pada sore hari yang tragis itu, Marshanda datang ke apartemen B untuk menjemputnya. Keduanya memiliki janji untuk pergi kontrol ke dokter jantung. B, yang sebelumnya tidak memiliki riwayat penyakit jantung, baru saja seminggu sebelumnya mengalami serangan jantung.

Namun, B tak kunjung datang menemui Marshanda. Teleponnya tidak merespons, membuat Marshanda mulai khawatir. Ia kemudian berinteraksi dengan pihak manajemen apartemen untuk menanyakan keberadaan B.

Momen Tak Terlupakan di Kantor Manajemen Apartemen

Marshanda diminta oleh pihak apartemen untuk menunjukkan foto pria yang ia cari. Setelah memastikan identitas B, Marshanda dibawa ke kantor manajemen. Pihak apartemen berusaha menciptakan suasana setenang mungkin, seolah-olah ingin mempersiapkan Marshanda menghadapi kabar terburuk.

Saat itulah, kabar mengejutkan itu disampaikan. Marshanda diberitahu bahwa calon suaminya telah meninggal dunia, jatuh dari lantai apartemen tempat tinggalnya.

“Mereka berusaha membuat suasana tenang supaya gue nggak takut, nggak panik, nggak sedih, nggak syok,” cerita Marshanda.

Anehnya, saat itu Marshanda masih bisa mengendalikan diri. Ia tidak panik, bahkan bisa bersikap tenang saat menjalani pemeriksaan dari pihak kepolisian. Namun, begitu ia sampai di rumah, bendungan kesedihan yang selama ini ia tahan tumpah. Air matanya tak terbendung, melepaskan semua duka dan rasa sakit yang ia rasakan.

Kisah ini menjadi pengingat bagi banyak orang tentang kerapuhan hidup dan pentingnya berbagi beban emosional, meskipun terasa sulit. Marshanda, dengan keberaniannya, telah menunjukkan bahwa bahkan di momen paling kelam, ada kekuatan untuk bangkit dan berbicara. (*/tur)

Related Articles

Back to top button