Pelakor: Bukan Sekadar Cinta, Melainkan Gangguan Psikologis?

KALTENG.CO-Maraknya fenomena pelakor akhir-akhir ini bagaikan bom waktu yang menghancurkan kebahagiaan rumah tangga. Dibalik label negatif mereka, terdapat Fortunata Syndrome, sebuah pola perilaku yang menjerumuskan perempuan ke dalam obsesi merebut suami orang.
Bukan Sekedar Cinta, Melainkan Obsesi:
Perempuan dengan Fortunata Syndrome terikat kuat dengan pria beristri, terlepas dari status mereka. Cinta bukanlah alasan utama, melainkan obsesi yang mendorong mereka untuk mendapatkan pria tersebut, meski harus menyingkirkan istri sah.
Dampak Merusak Bagi Banyak Pihak:
Tindakan mereka bagaikan belati bermata dua, menyakiti istri sah, anak-anak, dan keluarga besar. Kebahagiaan dihancurkan atas dasar keegoisan.
Memahami Sisi Lain Pelakor:
Menelusuri akar Fortunata Syndrome membuka peluang untuk memahami motivasi di balik perilaku mereka. Psikologi dan latar belakang mereka mungkin berperan dalam kondisi ini.
Selain itu ada 2 hal yang menyebabkan perempuan mengidap fortunata syndrome, yakni:
- Electra Complex
Electra complex ini berasal dari cinta segitiga yang sering terjadi di usia muda. Anak yang kehilangan sosok ayahnya dan merasa bahwa ibu adalah saingan.
Ketika beranjak dewasa, ia menciptakan sosok ayah dan ibu sendiri. Sehingga konflik harapan dan keinginan yang mereka miliki dari seorang anak terhadap orang tua terbawa saat berhubungan dengan pasangan.
- Self Esteem yang Rendah
Logika seorang perempuan perebut suami orang adalah merasa lebih baik karena telah membuat lelaki mengabaikan istrinya.
Artinya bahwa perempuan perebut suami orang memiliki harga diri yang rendah, meski merasa lebih baik tapi tidak membaca kondisi bahwa dia telah merebut kebahagiaan orang lain.
Dikutip dari laman Artikel Psikologi Universitas Medan Area, bahwa kebiasaan perempuan merebut pasangan orang lain ini bisa ditekan.
Caranya adalah untuk mencari dasar kebutuhan dari perempuan tersebut, bisa dari segi afeksi, ekonomi, atau hanya sekedar butuh pengakuan.
Bila membutuhkan afeksi, perempuan seperti ini bisa mencarinya melalui hubungan dengan lelaki lain yang masih single bukanlah suami orang. (*/tur)



