Pemuda Asal Sumut Ditemukan Tewas Tidak Wajar di Palangka Raya
PALANGKA RAYA, Kalteng.co – Warga Jalan Patimura, Kelurahan Menteng, Kecamatan Jekan Raya, Kota Palangka Raya dibuat geger. Seorang pria berinisial AB (22) ditemukan tewas dengan kondisi tidak wajar, Sabtu (10/1/2026) kemarin.
Pemuda asal Parapat, Sumatera Utara ini di sebuah kamar kos setempat. Ia diketahui sehari-harinya bekerja sebagai karyawan di salah satu mall yang ada di Kota Palangka Raya.
Dengan posisi melilitkan lehernya dengan seutas tali berwarna hitam, korban meninggalkan catatan penting disamping jasadnya. Yang menjadi perhatian utama kepolisian adalah temuan sejumlah barang bukti di kamar korban, antara lain Buku CatatanbKorban yang Berisi keluh kesah korban mengenai beban hidup, trauma masa kecil hingga tekanan pekerjaan.
Pihak mepolisian juga menemukan adanya indikasi jeratan hutang pinjaman online yang diduga menjadi salah satu pemicu depresi korban. Sejumlah obat milik korban yang kini sedang didalami jenis dan kegunaannya.
Peristiwa bermula saat korban diketahui tidak masuk kerja sejak tanggal 5 Januari 2026 lalu. Agung (31) yang merupakan rekan kerja korban, sempat menerima surat sakit hingga tanggal 9 Januari 2026.
Namun, karena korban berhenti merespon komunikasi sama sekali, rekan kerja korban menghubungi pihak keluarga yang kemudian meminta pemilik kos untuk mengecek kondisi kamar korban pada pukul 16.56 WIB.
”Saat pintu dibuka, korban ditemukan sudah dalam kondisi tidak bernyawa di depan pintu kamar,” ungkap Kapolresta Palangka Raya Kombes Pol Dedy Supriadi melalui Kasat Reskrim AKP Eka Palti Arie Putra Hutagaol.
Tim Inafis yang tiba di lokasi langsung melakukan identifikasi mendalam. Berdasarkan hasil visum sementara dari dr. Ricka Brillianty di ruang Kamboja RSUD dr. Doris Sylvanus, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan fisik akibat benda tumpul maupun tajam pada tubuh korban.
Indikasi kuat menunjukkan korban meninggal dunia akibat gantung diri dengan estimasi waktu kematian sekitar 5 hingga 6 jam sebelum ditemukan.
”Saat ini kami masih melakukan penyelidikan lebih lanjut lagi,” pungkasnya.




